Contoh Cara Membuat Naskah Drama

Pembahasan kali ini akan dibahas seputar drama. Lebih tepatnya mengenai pengertian drama, Jenis drama, kaidah penulisan naskah drama dan contoh drama. Siapa yang kiranya pandai bermain drama? tapi jangan sampai bermain drama didepan orang lain ya. Hehe




Drama adalah karangan yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia dalam bertingkah laku yang dipentaskan dalam beberapa babak. Secara umum pengertian drama yakni karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dengan tujuan untuk dipentaskan  oleh para aktor. Seni drama sering disebut sebagai seni teater. Nah, drama sendiri diambil dari bahasa Yunani yakni "Draomoi" yang memiliki arti "berbuat, bertindak, bereaksi", sehingga dapat juga diartikan sebuah tindakan atau perbuatan.

Baca juga:

Jenis-jenis drama sendiri tergantung dasar yang menjadi acuan dan digunakan untuk mengklasifikasikanya. Biasanya jenis drama didasarkan atas tiga acuan yakni jenis drama berdasarkan penyajian lakon drama, berdasarkan sarana dan berdasarkan keberadaan naskah drama. 

1. Berdasarkan penyajian lakon, drama dapat dibedakan menjadi delapan jenis, yaitu:
  • Tragedi: drama yang penuh dengan kesedihan
  • Komedi: drama penggeli hati yang penuh dengan kelucuan.
  • Tragekomedi: perpaduan antara drama tragedi dan komedi.
  •  Opera: drama yang dialognya dinyanyikan dengan diiringi musik.
  • Melodrama: drama yang dialognya diucapkan dengan diiringi melodi/musik.
  •  Farce: drama yang menyerupai dagelan, tetapi tidak sepenuhnya dagelan.
  • Tablo: jenis drama yang mengutamakan gerak, para pemainnya tidak mengucapkan dialog, tetapi hanya melakukan gerakan-gerakan.
  • Sendratari: gabungan antara seni drama dan seni tari.
2  Berdasarkan sarana pementasannya, pembagian jenis drama dibagi antara lain:
  • Drama Panggung: drama yang dimainkan oleh para aktor dipanggung.
  •  Drama Radio: drama radio tidak bisa dilihat dan diraba, tetapi hanya bisa didengarkan oleh penikmat.
  • Drama Televisi: hampir sama dengan drama panggung, hanya bedanya drama televisi tak dapat diraba.
  • Drama Film: drama film menggunakan layar lebar dan biasanya dipertunjukkan di bioskop.
  • Drama Wayang: drama yang diiringi pegelaran wayang.
  •  Drama Boneka: para tokoh drama digambarkan dengan boneka yang dimainkan oleh beberapa orang.
3. Jenis drama selanjutnya adalah, berdasarkan ada atau tidaknya naskah drama. Pembagian jenis drama berdasarkan ini, antara lain:
  •  Drama Tradisional:tontonan drama yang tidak menggunakan naskah.
  • Drama Modern: tontonan drama yang tidak menggunakan naskah. 
Selain jenis-jenis drama di atas, ada juga unsur-unsur drama. Unsur-unsur drama hampir sama dengan unsur yang ada pada novel, unsur tersebut yakni Tema, alur, latar, watak, dan amanat. Drama memiliki ciri yang khas yakni adanya sebuah naskah drama yang terbagi dalam beberapa babak. Untuk menuliskan naskah drama kita tidak boleh sembarangan ada aturan dan kaidah dalam penulisan naskah drama. 

Kaidah penulisan naskah drama yaitu:

1. Penulisan dialog harus diawali dengan nama tokoh yang mengungkapkan dialog.

2. Penggunaan tanda baca titik dua untuk mengungkapkan dialog tokoh.

3. Petunjuk lakuan dituliskan dengan tanda kurung atau diletakkan sebagai paragraf tersendiri.

4. Penulisan perpindahan babak, adegan, atau setting drama ditulis tersendiri atau tidak digandeng dengan dialog tokoh.

5.Pada awal kisahan biasanya disertakan prolog sebagai pengantar cerita dan epilog sebagai penutup cerita.

Contoh naskah drama

Reno merupakan anak yatim piatu, dan sekarang tinggal bersama kakak perempuannya yang bernama Tuti, ia bekerja di salah satu perusahaan motor ternama. Namun kontraknya telah habis. Diapun memiliki seorang kekasih yang sudah menjalin hubungan selama dua tahun, akan tetapi Tuti kakak dari Reno tidak menyukai Kinanti. Karena yang membiayai segala kebutuhan Reno adalah Tuti maka Reno terpaksa mengkhianati cinta Kinanti demi keinginan kakaknya dan hasutan teman-temannya.


TUTI     :Kau sudah tidak bekerja lagi, sekarang kau sudah jadi pengangguran. Apa rencanamu sekarang???
RENO     :Aku mau pergi kerja di luar negeri. Aku mau pergi ke China seperti teman-temanku. Aku ingin membeli rumah, lalu melamar Kinanti.
TUTI        :Kinanti, Kinanti terus yang ada di otak kamu itu.
RENO    :Memangnya kenapa dengan Kinanti? Apa salahnya dia sehingga kakak tidak suka terhadapnya? Ia cantik, manis, baik, rajin, mengapa kakak tidak suka terhadapnya.
TUTI    :Dia itu berwajah judes, sudahlah tak usah lagi membahas Kinanti. Mendengar namanya saja aku muak.
SIANG HARI, RENO MENJEMPUT KINANTI YANG BARU PULANG KULIAH DI TEMPAT BIASA
RENO  :Bagaimana sayang aku sudah tak bekerja lagi, apakah kau akan meninggalkanku????
KINANTI    :Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku sayang padamu, walaupun kamu tak punya apa-apa cintaku takkan pernah hilang. Lalu apa rencanamu sekarang???
RENO    :Aku akan bekerja ke luar negeri, aku akan pergi ke China seperti teman-temanku.
KINANTI    :Kau serius akan kesana?
RENO        :Iya
KINANTI    :Kalau kamu benar-benar akan kesana berarti kamu akan meninggalkanku selama tiga tahun, belum lagi nanti waktu kamu pelatihan, aku pasti kau tinggalkan.
RENO    :Mau bagaimana lagi sayang, aku sudash tidak bekerja lagi, aku sudah tidak mempunyai kedua orang tua tidak seperti kamu yang masih dibiayai orang tuamu.
KINANTI    :Tapi aku takut kau meninggalkanku, aku takut kau mengkhianati cintaku.
RENO      :Tenang saja, aku tidak akan meninggalkanmu, aku sayang dan cinta hanya padamu.
KINANTI    :Ah gombal
RENO        : Aku tidak gombal sayang.

LALU MEREKA PULANG

Demikianlah mengenai contoh  dan cara membuat naskah drama sesuai dengan pedoman penulisan drama. Harapannya semoga dapat membantu pembaca dalam menulis naskah drama, Semoga bermanfaat.

Salam GuruNgapak! 

Silahkan masukan e-mail Anda sekarang, untuk mendapatkan update artikel terbaru (Gratis!):

Delivered by FeedBurner

3 Responses to "Contoh Cara Membuat Naskah Drama"

  1. saya dulu pernah mas drama tapi tidak dengan 2 orang hehee :D
    mungkin kalo bagi saya penulisan dalam drama cukup sulit juga yah ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip mas, ya itung-itung menambah pengalaman dan membentuk mental seseorang, Jika ada tema yang tepat dan kita bisa mengembangkannya saya kira bisa saja mas, yang penting ada kemauan dan tujuan yang jelas dalam pembuatan naskah drama.

      Delete
  2. terimakasih udah ngebantu banget
    http://jellygamat-qnc.xyz/

    ReplyDelete

Terimakasih sudah bersedia berkunjung. Semoga bermanfaat. Silahkan tulis komentar anda di papan komentar. Komentar anda sangat bermanfaat untuk kemajuan artikel-artikel selanjutnya.