Sebagai bagian dari masyarakat, kadangkala kita dituntut untuk bisa berbicara didepan umum, entah itu dalam acara-acara tertentu yang sifatnya formal maupun nonformal. Bagi yang belum terbiasa dan kurang adanya rasa percaya diri tentu saja berbicara didepan orang banyak akan terkesan sebuah beban bagi kita, namun bagi yang sudah terbiasa itu menjadi hal yang mudah dilakukan karena sudah adanya konsep dan pengalaman yang dibarengi dengan rasa percaya diri yang tinggi.
Berbicara didepan orang banyak bisa kita latih, salah satunya adalah dengan berpidato. Pidato ini merupakan sebuah materi yang sudah pernah dipelajari di jenjang sekolah dasar hingga jenjang-jenjang yang lebih tinggi SMP maupun SMA. Tujuannya adalah melatih peserta didik agar mampu berbicara didepan orang banyak dalam situasi formal mupun nonformal, juga melatih rasa percaya diri peserta didik. Makanya dalam materi bahasa Indonesia pasti diajarkan mengenai pidato.
Sebelum kita mengulas bagaimana menyusun naskah pidato ini, mari kita sama-sama kembali mengingat pelajaran dahulu mengenai apa itu pidato. Pidato adalah sebuah kegiatan berbicara didepan umum atau suatu organisasi untuk menyatakan pendapat atau memberikan gambaran mengenai suatu hal. Pidato biasanya dibawakan oleh seseorang yang memberi suatu orasi dan pernyataan mengenai suatu kejadian atau peristiwa yang sifatnya penting dan patut untuk disampaikan.
Pidato dapat dilakukan menggunakan teks atau naskah yang tentunya sudah disiapkan sebelum melakukan pidato, berdasarkan catatan mengenai garis besar isi pidato yang akan disampaikan, ada yang tidak menggunakan teks (serta merta begitu saja dan mengalir karena sudah menguasai topik pidato), Bagi para pemula yang ingin melakukan pidato hal yang sebaiknya dilakukan adalah menggunakan naskah atau teks pidato, hal ini dilakukan supaya kita sebagai pemula yang akan pidato tidak lupa apa yang akan kita sampaikan dan lancar dalam menyampaikan pidato. Faktor lupa ini biasanya disebabkan karena gugup, baru pertama kali dan kurangnya mental untuk berani berbicara dihadapan orang banyak.
Naskah pidato yang akan kita sampaikan nanti juga tidak boleh sembarangan. Kita harus mempertimbangkan sasaran pidato kita, melihat siapa yang akan mendengarkan, bahasa yang digunakan, dan keluwesan dalam menyambung paragraf demi paragraf supaya yang mendengarkan juga enak dan dapat menangkap apa isi pidato kita. Untuk mempermudah bagaimana menyusun naskah pidato, berikut disajikan bagaimana langkah-langkah menyusun naskah pidato.
baca juga:
1. Menentukan Tema atau pokok pembicaraan
Tema harus disesuaikan dengan peristiwa yang melatarbelakangi pidato. Misalnya dalam acara perpisahan kelas, tema yang kita buat harus berhubungan dengan perpisahan bisa uacapan terimakasih kepada bapak atau ibu guru, kepala sekolah dan semua warga sekolah.
2. Mendata apa saja pokok-pokok yang akan disampaikan dalam pidato.
3. Menentukan tujuan pidato
Tujuan pidato banyak, bis saja untuk menghibur, menyampaikan sesuatu hal yang penting, mempengaruhi pendengar dan menjelaskan sesuatu hal.
4. Mulailah menyusun kerangka pidato
Setelah langkah satu sampai tiga telah dilakukan kini kita susun kerangka pidatonya. Kerangka pidato biasanya berisi pendahuluan, isi dan penutup.
a. Pendahuluan berisi salam pembuka, ucapan syukur kepada Tuhan YME, ucapan terimakasih kepada berbagai pihak yang bersangkutan, dan tujuan berpidato.
b. Isi, berisi uraian materi pidato. Perlu digaris bawahi bahwa uraian ini harus sesuai dengan tema.
c. Penutup, berisi kesimpulan, saran, kritik, harapan-harapan, ucapan terimakasih, permohonan maaf, dan salam penutup.
5. Mengembangkan kerangka pidato menjadi naskah pidato
Tema harus disesuaikan dengan peristiwa yang melatarbelakangi pidato. Misalnya dalam acara perpisahan kelas, tema yang kita buat harus berhubungan dengan perpisahan bisa uacapan terimakasih kepada bapak atau ibu guru, kepala sekolah dan semua warga sekolah.
2. Mendata apa saja pokok-pokok yang akan disampaikan dalam pidato.
3. Menentukan tujuan pidato
Tujuan pidato banyak, bis saja untuk menghibur, menyampaikan sesuatu hal yang penting, mempengaruhi pendengar dan menjelaskan sesuatu hal.
4. Mulailah menyusun kerangka pidato
Setelah langkah satu sampai tiga telah dilakukan kini kita susun kerangka pidatonya. Kerangka pidato biasanya berisi pendahuluan, isi dan penutup.
a. Pendahuluan berisi salam pembuka, ucapan syukur kepada Tuhan YME, ucapan terimakasih kepada berbagai pihak yang bersangkutan, dan tujuan berpidato.
b. Isi, berisi uraian materi pidato. Perlu digaris bawahi bahwa uraian ini harus sesuai dengan tema.
c. Penutup, berisi kesimpulan, saran, kritik, harapan-harapan, ucapan terimakasih, permohonan maaf, dan salam penutup.
5. Mengembangkan kerangka pidato menjadi naskah pidato
Untuk memperjelas dan memantapkan bagaimana penyusunan naskah pidato di atas, berikut saya berikan contoh naskah pidato bapak Presiden dalam memperingati HUT Negara Indonesia yang ke-71.
Assalamualaikum Wr. Wb
Bismillahirrahmanirrahim, dengan anugerah yang diberikan oleh Allah Swt kepada kita semua, berupa nikmat sehat jasmani maupun rohani sehingga kita semua pada hari ini, di hari dan bulan yang sangat bersejarah, Rabu, 17 Agustus 2016 bisa berkumpul dalam rangka memperingati HUT RI ke-71. Tepat pada hari ini, 17 Agustus 2016, bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Kemerdekaan Ri yang ke 71 sehingga sudah sebaiknya kita selalu mengenang dan jangan pernah mau melupakan sejarah.
Dimana pada tanggal 17 Agustus tahun 1945 silam, bangsa Indonesia bisa merdeka dan terbebas dari cengkeraman para penjajah yang selama ini menindas bangsa dengan sangat kejam. Saudara sebangsa dan setanah air, ketauhilah jika kemerdekaan NKRI ini semata-mata sebuah anugerah besar dari Allah Swt juga disertai dengan perjuangan dari para pahlawan bangsa yang rela mengorbankan harta, pikiran, sampai jiwa untuk kemerdekaan NKRI. Mereka pantang menyerah dengan slogan “Merdeka atau Mati”. Kemerdekaan Indonesia bukan sesuatu yang mudah, pasalnya demi NKRI merdeka ribuan jiwa melayang dan ribuan pahlawan gugur di medan perang.
Walaupun para pahlawan kita saat itu hanya berjuang dengan senjata tradisional yaitu bambu runcing, akan tetapi bisa mengalahkan senjata moderen hanya dengan persatuan dan kaimah Takbir. Para pejuang terus berjuang karena mereka tidak ingin melihat anak bangsa dijajah oleh bangsa lain, apapun akan dikorbankan oleh para pahlawan termasuk nyawa mereka sendiri.
Hadirin sebangsa dan setanah air, Indonesia.
Sebagai anak bangsa Indonesia yang baik, sebaiknya kita mengetahui sejarah masa silam hal ini bertujuan supaya jiwa patriotisme kita tetap terjaga dan juga bisa menghargai semua jasa dari pahlawan yang telah membela NKRI dan gugur di medan perang. Akan tetapi, selain kita mengetahui sejarah perjuangan, kita pun sebaiknya meneruskan perjuangan para pahlawan dengan mengisi kemerdekaan ini dengan perbuatan yang baik dan mengharumkan bangsa dengan prestasi baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Hadirin sebangsa dan setanah air, Indonesia.
Sekarang ini kita hidup ditanah air yang sudah merdeka, sehingga kita jangan lupa kacang akan kulitnya yaitu berterima kasih kepada jasa para pahlawan dan juga para pejabat yang meneruskan tonggak kemerdekaan sehingga Negara Indonesia disegani oleh bangsa lain. Seperti yang kita lihat, bangsa Indonesia sekarang ini sangat disegani oleh bangsa lain baik dari budaya, toleransi, sampai tekhnologi. Sehingga bagi kita para penerus bangsa tetap selalu menjaga perjuangan ini sampai titik nadir.
Hadirin sebangsa dan setanah air Indonesia, yang saya hormati
Melalui pidato memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang Ke-71 ini, Saya pribadi mengajak kepada semuanya mari kita melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan mengisi berbagai kegiatan positif yang bisa mengharumkan nama Indonesia di dalam dan luar negeri. Terakhir, mari kita berdo’a pada Allah Swt, semoga Indonesia selalu jaya untuk selamanya, semoga para pahlawan yang sudah gugur mendapatkan tempat terbaik disisi-Nya, dan semoga para pemimpin bangsa bisa menjalankan tugasnya dengan amanah. Amiin Ya rabbal ‘Alamin
Wassalamu’ alaikum Wr. Wb.
Bismillahirrahmanirrahim, dengan anugerah yang diberikan oleh Allah Swt kepada kita semua, berupa nikmat sehat jasmani maupun rohani sehingga kita semua pada hari ini, di hari dan bulan yang sangat bersejarah, Rabu, 17 Agustus 2016 bisa berkumpul dalam rangka memperingati HUT RI ke-71. Tepat pada hari ini, 17 Agustus 2016, bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Kemerdekaan Ri yang ke 71 sehingga sudah sebaiknya kita selalu mengenang dan jangan pernah mau melupakan sejarah.
Dimana pada tanggal 17 Agustus tahun 1945 silam, bangsa Indonesia bisa merdeka dan terbebas dari cengkeraman para penjajah yang selama ini menindas bangsa dengan sangat kejam. Saudara sebangsa dan setanah air, ketauhilah jika kemerdekaan NKRI ini semata-mata sebuah anugerah besar dari Allah Swt juga disertai dengan perjuangan dari para pahlawan bangsa yang rela mengorbankan harta, pikiran, sampai jiwa untuk kemerdekaan NKRI. Mereka pantang menyerah dengan slogan “Merdeka atau Mati”. Kemerdekaan Indonesia bukan sesuatu yang mudah, pasalnya demi NKRI merdeka ribuan jiwa melayang dan ribuan pahlawan gugur di medan perang.
Walaupun para pahlawan kita saat itu hanya berjuang dengan senjata tradisional yaitu bambu runcing, akan tetapi bisa mengalahkan senjata moderen hanya dengan persatuan dan kaimah Takbir. Para pejuang terus berjuang karena mereka tidak ingin melihat anak bangsa dijajah oleh bangsa lain, apapun akan dikorbankan oleh para pahlawan termasuk nyawa mereka sendiri.
Hadirin sebangsa dan setanah air, Indonesia.
Sebagai anak bangsa Indonesia yang baik, sebaiknya kita mengetahui sejarah masa silam hal ini bertujuan supaya jiwa patriotisme kita tetap terjaga dan juga bisa menghargai semua jasa dari pahlawan yang telah membela NKRI dan gugur di medan perang. Akan tetapi, selain kita mengetahui sejarah perjuangan, kita pun sebaiknya meneruskan perjuangan para pahlawan dengan mengisi kemerdekaan ini dengan perbuatan yang baik dan mengharumkan bangsa dengan prestasi baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Hadirin sebangsa dan setanah air, Indonesia.
Sekarang ini kita hidup ditanah air yang sudah merdeka, sehingga kita jangan lupa kacang akan kulitnya yaitu berterima kasih kepada jasa para pahlawan dan juga para pejabat yang meneruskan tonggak kemerdekaan sehingga Negara Indonesia disegani oleh bangsa lain. Seperti yang kita lihat, bangsa Indonesia sekarang ini sangat disegani oleh bangsa lain baik dari budaya, toleransi, sampai tekhnologi. Sehingga bagi kita para penerus bangsa tetap selalu menjaga perjuangan ini sampai titik nadir.
Hadirin sebangsa dan setanah air Indonesia, yang saya hormati
Melalui pidato memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang Ke-71 ini, Saya pribadi mengajak kepada semuanya mari kita melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan mengisi berbagai kegiatan positif yang bisa mengharumkan nama Indonesia di dalam dan luar negeri. Terakhir, mari kita berdo’a pada Allah Swt, semoga Indonesia selalu jaya untuk selamanya, semoga para pahlawan yang sudah gugur mendapatkan tempat terbaik disisi-Nya, dan semoga para pemimpin bangsa bisa menjalankan tugasnya dengan amanah. Amiin Ya rabbal ‘Alamin
Wassalamu’ alaikum Wr. Wb.
Kiranya begitu mengenai bagaimana contoh dan langkah-langkah menyusun naskah pidato. Harapannya dengan mengikuti langkah-langkah tersebut kita bisa membuat naskah pidato dengan baik dan sesuai dengan tema serta apa yang ingin kita sampaikan bisa diserap oleh para pendengar. Semoga artikel mengenai menyusun naskah pidato ini dapat memberikan manfaat dan menjadi penambah wawasan untuk kita semuanya.
Salam kompak dalam kebersamaan.. Salam GuruNgapak!

0 Response to "Contoh dan Langkah Menyusun Naskah Pidato"
Post a Comment
Terimakasih sudah bersedia berkunjung. Semoga bermanfaat. Silahkan tulis komentar anda di papan komentar. Komentar anda sangat bermanfaat untuk kemajuan artikel-artikel selanjutnya.