Sahabat gurungapak dimanapun berada, Salam kompak dalam bahasa persatuan.
Banyak yang bertanya-tanya mengenai perbedaan pantun dan syair. Apakah mereka memang benar-benar sama atau ada perbedaannya? Untuk menjawab itu semua dalam artikel kali ini gurungapak.com akan mencoba menjelaskan mengenai pantun dan syair. Kita pasti sudah diajarkan materi mengenai syair dan pantun sewaktu kita sekolah atau yang sekarang masuk pada pembahasan materi mengenai pantun dan syair.
Baiklah, untuk mengawali pembahasan mengenai kedua jenis materi tersebut, alangakah baiknya kita sama-sama mengetahui pengertian dari pantun maupun syair itu sendiri. Pantun dan syair masuk pada jenis karya sastra namun memiliki pengertian yang berbeda. Pantun adalah bentuk dari puisi lama, satu bait terdiri dari empat baris dan bersajak ab ab, setiap baris berisi suku kata yang jumlahnya 8-12, baris ke satu dan kedua disebut dengan istilah sampiran sedangkan untuk baris ketiga dan keempat disebut dengan isi. Pantun memiliki berbagai macam genre atau jenis pantun mungkin kita sudah mengetahuinya yakni pantun jenaka, pantun nasihat, agama, kasih sayang, dan banyak lagi jenisnya. Sekarang kita bandingkan dengan pengertian syair. Syair adalah salah satu bentuk puisi lama atau dapat disebut juga karangan yang terikat oleh sajak dan irama yang menjadi fokusnya, syair terdiri dari empat baris dan memiliki sajak' aaaa', dan keempat-empatnya merupkan isi atau kandungannya.
Jelas sudah bukan mengenai pengertian pantun dan syair, apabila belum jelas bisa dipahami kembali. Melalui pengertian di atas kita dapat membuat kesimpulan mengenai perbedaan kedua jenis sastra tersebut. Untuk memperjelasnya berikut perbedaan antara pantun dan syair.
Banyak yang bertanya-tanya mengenai perbedaan pantun dan syair. Apakah mereka memang benar-benar sama atau ada perbedaannya? Untuk menjawab itu semua dalam artikel kali ini gurungapak.com akan mencoba menjelaskan mengenai pantun dan syair. Kita pasti sudah diajarkan materi mengenai syair dan pantun sewaktu kita sekolah atau yang sekarang masuk pada pembahasan materi mengenai pantun dan syair.
Baiklah, untuk mengawali pembahasan mengenai kedua jenis materi tersebut, alangakah baiknya kita sama-sama mengetahui pengertian dari pantun maupun syair itu sendiri. Pantun dan syair masuk pada jenis karya sastra namun memiliki pengertian yang berbeda. Pantun adalah bentuk dari puisi lama, satu bait terdiri dari empat baris dan bersajak ab ab, setiap baris berisi suku kata yang jumlahnya 8-12, baris ke satu dan kedua disebut dengan istilah sampiran sedangkan untuk baris ketiga dan keempat disebut dengan isi. Pantun memiliki berbagai macam genre atau jenis pantun mungkin kita sudah mengetahuinya yakni pantun jenaka, pantun nasihat, agama, kasih sayang, dan banyak lagi jenisnya. Sekarang kita bandingkan dengan pengertian syair. Syair adalah salah satu bentuk puisi lama atau dapat disebut juga karangan yang terikat oleh sajak dan irama yang menjadi fokusnya, syair terdiri dari empat baris dan memiliki sajak' aaaa', dan keempat-empatnya merupkan isi atau kandungannya.
Jelas sudah bukan mengenai pengertian pantun dan syair, apabila belum jelas bisa dipahami kembali. Melalui pengertian di atas kita dapat membuat kesimpulan mengenai perbedaan kedua jenis sastra tersebut. Untuk memperjelasnya berikut perbedaan antara pantun dan syair.
Perbedaan Pantun dan Syair
- Pantun bersajak "ab ab" sedangkan syair "aaaa"
- Pada pantun baris pertama dan kedua merupakan sampiran, baris ketiga dan keempat merupakan isi, sedangkan pada syair baris pertama sampai keempat adalah isi.
- Pantun menyampaikan pesan dengan syarat setip barisnya adalah suku kata, sedangkan syair setiap barisnya adalah rima.
Lebih jelasnya lagi, simaklah contoh pantun dan syair berikut, harapannya kita dapat lebih memahami secara gamblang dengan adanya contoh yang relevan mengenai kedua jenis karya sastra tersebut.
Pantun
Jika ada sumur diladang
Boleh kita menumpang mandi
Jika ada umur yang panjang
bolehlah kita bertemu lagi
Syair
Bila daku pergi nanti
Bagaimana tentang urusan hati
Bukan rindu tak selalu berperi
Oh kasih, sanggupkah dikau menanti
Bila daku pergi nanti
Bagaimana tentang urusan hati
Bukan rindu tak selalu berperi
Oh kasih, sanggupkah dikau menanti
Kedua contoh di atas mengilhami kita bahwasanya antara pantun dan syair memang berbeda, dari segi bahasanya saja kita bisa mengidentifikasi bahwa dalam syair tata bahasanya lebih puitis dari pada tata bahasa yang dipakai pada pantun. Jadi kesimpulannya antara pantun dan syair memang dua jenis karya sastra yang berbeda, bisa dilihat dari definisi masing-masing yang memang sudah jauh berbeda.
Nah, begitulah kiranya pembahasan mengenai contoh pengertian serta ciri perbedaan pantun dan syair, semoga pembahasan kali ini dapat memberikan kita ilmu baru yang berrmanfaat dan tentunya bukan saya menggurui namun tujuannya adalah belajar bersama dan saling mengingatkan, karena membagikan suatu hal yang bermanfaat dapat menjadi bekal kita kelak. Aamiin

ilmu untuk mengingat kembali pelajaran waktu sekolah :)
ReplyDeletekarena saya sudah 6tahun mas tidak mengenal pantun bahkan sudah lupa :D
Silahkan mas, yg penting bermanfaat untuk para pembaca, pembaca dapat ilmu kita dapat pahala..insyaallah..
Deleteoh gitu toh bedanya tapi kalau syair apa mutlak sajaknya "aaaa"?
ReplyDeleteBenar mas, itu merupakan ketentuan yang membedakan antara pantun dan syair.. jika tidak bgtu nnti sama saja antara pantun dan syair.
Deletesip-sip ane paham sekarang :D
Delete