Sahabat gurungapak dimanapun berada. Postingan kali ini adalah mengenai Coretan di Hari pahlawan (Sebuah kesedihan atau kegembiraan). Sebagai penghargaan kepada para pahlawan yang telah gugur membela dan mempertahankan Tanah Air Indonesia tercinta ini.
Sungguh suatu kebanggaan untuk negeri kita tercinta. Indonesia kini telah merdeka. 71 tahun kemerdekaan itu menandakan bahwa negara ini bukan negara yang merdeka dengan mudah. Indonesia kini menjadi negara yang berkembang dan modern. Semua itu tak lepas dari pada perjuangan para pahlawan yang telah gugur di medan prtempuran mengucurkan darahnya yang suci demi memerdekakan ibu pertiwi.
Banyak pahlawan yang telah berjuang mengorbankan segenap jiwa dan raganya, yang rela gugur demi Indonesia tercinta. Banyak pemuda-pemudi Indonesia yang juga rela mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk memperjuangkan Negara Indonesia ini. Tak heran banyak sekali kesedihan yang terlihat dari muka anggota keluarga yang telah ditinggalkan. Banyak istri yang rela melepas suaminya ke medan pertempuran, dan tak khayal pulang tinggal nama, mereka rela kekasih hatinya pergi gugur dengan perkasa menjadi kesatria pejuang kemerdekaan, dan tak khayal juga banyak sudah anak-anak murung mendinggalkan kesedihan selepas ditinggal pergi oleh kedua orangtuanya karena mereka menjadi yatim piatu, karena ayah dan ibu mereka yang sangat dicintai telah gugur membela Ibu Pertiwi.
Sekarang, tinggal perjuangan yang sebenarnya, tak ada lagi penjajahan fisik yang dilakukan, namun penjajahan peradaban yang menyerang budi pekerti generasi penerus dan mendoktrinnya untuk meninggalkan sebuah perjuangan. Peperangan yang sekarang adalah peperangan otak, peperangan gaya baru dengan doktrin baru untuk memecah belah Indonesia. Apakah kalian sadar wahai Indonesiaku. Gegamlah erat Binika Tunggal Ika kita. Indonesia kita. Tanah Air kita. Ibu Pertiwi Kita. Jika bukan kita siapa lagi yang akan memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan yang telah diwariskan oleh para pejuang yang telah gugur di medan pertempuran.
Ingatlah sejarah Indonesia dahulu wahai sahabatku. Indonesia tidak merdeka dengan mudahnya. Indonesia tidak berdiri dan bangkit dengan sendirinya. Banyak perjuangan yang mengorbankan jiwa dan raga. Cucuran darah-darah dari para pejuang yang dengan ikhlas dan rela menjadi pejuang-pejuang dengan senjata alakadarnya. Indonesia dijajah berabad-abad lamanya.
Tengoklah sejarah kelam itu wahai Indonesia. Niscaya kita akan kembali bangkit menjadi sebuah negara yang mandiri, sebuah negara yang besar, sebuah negara yang bahkan ditakuti karena kecerdasan dan budi pekerti kita juga kekuatan Indonesia yang masih tertidur.
Belum setimpal rasanya apabila kita hanya berpangku tangan, tanpa berbuat apapun yang berharga untuk Indonesia. Belum ikhlas rasanya apabila perjuangan para pahlawan harus dinodai dengan citra buruk generasi penerus yang mencoreng nama Indonesia. Belum legowo rasanya apabila kita sebagai warga negara Indonesia harus menyaksikan kekayaan alam yang berlimpah dikuasai oleh orng-orang yang tidak bertanggung jawab.
Lantas kemana generasi penerus yang katanya membela tanah air, generasi penerus yang katanya cinta Indonesia. Apakah mereka sedang bermimpi indah dengan angan-angan yang tinggi. Apakah mereka sedang menikmati kejayaanya tanpa peduli dengan negara Indonesia yang notabene adalah tempat dimana mereka tinggal, tanah yang mereka pijak, air yang mereka minum, dan udara yang mereka hirup.
Sungguh Indonesia mebutuhkan pahlawan-pahlawan baru yang tanpa mengenal lelah, ikhlas dengan kerja kerasnya dan perjuangannya. Indonesia membutuhkan generasi penerus yang bangkit dari tidurnya. Generasi penerus yang mampu berjuang mengharumkan nama Indonesia. Berjuang membesarkan Indonesia ditengah kerumitan persoalan sosial yang ada.
Para pejuang yang telah gugur mungkin menangis melihat negara ini, negara yang dahulu diperjuangkan mati-matian, rela menahan airmata dan sakitnya sayatan pedang dan tancapan pelor-pelor panas yang menancap di kulitnya. Kucuran darah para pahlawan yang menetes deras di tanah pengasingan. Melihat Indonesia kini.
Berkacalah wahai Indonesiaku. Berkacalah wahai Indonesiaku, Berkacalah wahai Indonesiaku. Bangun generasi penerus, generasi yang menjunjung tinggi Bendera Merah Putih. Indonesia harus bangkit dan terus berjuang mempertahankan kemerdekaan yang telah diwariskan oleh para pejuang dengan tidak mudahnya.
Mari kita hargai jasa pahlawan dengan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif, dengan hal yang berpotensi mengubah kesejahteraan bangsa. Kita harus mandiri dan menjadi sebuah negara yang besar.
Tidak lupa mari kita tundukan kepala sejenak mendoakan jasa para pejuang yang telah gugur untuk memerdekakan Indonesia.
Salam Kebersamaan dalam BInika Tunggak Ika dan salam gurungapak!
Semoga coretan di hari pahlawan ini dapat menjadi renungan dan bahan intopeksi untuk kita semua.


Kobarkan semangat kepahlawanan....
ReplyDeleteSiappp pak guru, isi dengan perjuangan mencerdaskan anak bangsa, cita2 Indonesia ada pada generasi penerus yang kita didik.
Delete