“Pahlawan bukanlah orang suci dari langit yang diturunkan ke bumiuntuk menyelesaikan persoalan manusia dengan mu’jizat, secara kilat untuk kemudian kembali ke langit. Pahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang sampai waktu mereka habis.”Jangan pernah menyangka bahwa seorang pahlawan selalu meraih prestasi-prestasinya dengan mulus, atau bahkan tidak pernah mengenal kegagalan. Kesulitan-kesulitan adalah rintangan yang diciptakan oleh sejarah dalam perjalanan menuju kepahlawanan. Karena itu peluang kegagalan sama besarnya dengan peluang keberhasilan. “kalau bukan karena kesulitan, maka semua orang akan jadi pehlawan” kata seorang penyair arab, Al- Mutanabbi.
Bagaimana seorang pahlawan melampaui kegagalan-kegagalannya dan merebut takdirnya sebagai pahlawan.
Rahasia yang pertama adalah mimpi yang tak pernah selesai. Kegagalan tidak boleh menyentuh sedikitpun mimpinya. Mimpi tidak boleh selesai karena kegagalan. “Dan tekad seperti ini akan merubah rintangan dan kesulutan menjadi sarana mencapai tujuan,” kata Said bin Musayyib.
Rahasia yang kedua adalah semangat pembelajaran yang konstan.Seorang pahlawan tidak pernah memandang dirinya sebagai superman atau malaikat. Ia tetaplah manusia biasa, dan kegagalan merupakan bagian dari tabiat kehidupan manusia, maka ia “mamaafkan” dirinya untuk kegagalan itu. Namun, ia tak berhenti sampai di situ, kegagalan adalah objek pengalaman yang harus di pelajari,untuk kemudian di rubah menjadi pintu kemenangan.
Rahasia ketiga adalah percaya pada waktu. Setiap peristiwa ada waktunya, maka setiap kemenangan ada jadualnya. Ada banyak rahasia yang tersimpan dalam rahim waktu, dan biasanya tidak tercatat dalam kesadaran kita. Akan tetapi, para pahlawan biasanya punya cara lain untuk mengenalinya minimal merabanya (yaitu Firasat). Firasat bagi meraka adalah faktor intuitif yang menyempurnakan factor rasional, begitulah akhirnya takdir kepahlawanan terjembatani dengan firasat untuk sampai ke kenyataan.
Jadi, jika kita mau belajar berimajinasi (manjadi penghayal ulung), barangkali kita telah memiliki sebagian dari potensi ledakan kepahlawanan. Berikut kisah-kisah kepahlawanan yang mungkin akan memberikan inspirasi kepada kita semua, bahwa kitapun bisa menjadi pahlawan.
Kita pasti sudah sangat mengenal Hirotada Ototake, motivator hebat yang ternyata terlahir dalam keadaan cacat, tanpa kedua tangan dan kedua kaki, kita dapat menikmati perjalanan hidupnya dalam sebuah karyanya “No One’s Perfect”
Kita mungkin juga pernah mengamati perjalanan hidup yang tragis yang memilukan. Seorang wanita kulit hitam yang tinggal di wilayah di negeri yang melecehkan kaum negro, di besarkan keluarga yang broken home, dan masa mudanya di warnai sexual harassment, drug dan narkotika. Ya, dialah Oprah Winfrey. Ternyata, setelah itu ia mampu melesat begitu cepat bak meteor sebagai orang yang paling berpengaruh di negeri Paman Sam. Duniapun telah menobatkanya sebagai The Queen of Presenter in The World.
Kisah seorang atlit muda renang, yang namanya terukur dalam tinta emas Guinness Book of Record. Ketika berusia 15 tahun, sanggar atlit manyatakan kepada sang pelatih dan teman satu timnya bahwa tujuh tahun yang akan datang ia akan berangkat ke olimpiade, mewakili bangsanya dan akan memenangkan tujuh mendali emas. Selanjutnya, hari-harinya di sibukan dengan latihan yang ketat tanpa henti dan tentu saja membosankan. Namun, ia tetap tekun manjalaninya hingga tujuh tahun. Tahukah anda apa yang akan terjadi setelah itu? Ya, dia berhasil memenuhi ambisinya memenangkan tujuh mendali emas olimpiade mewakili kontingen Amerika Serikat. Dialah Michael Spitz
Cerita lain mengenai seorang anak laki-laki bernama Pat Mesiti. Pat adalah anak dari seorang pecandu berat alkohol. Saat masih kecil, ayahnya yang pemabuk sering memukul Pat, karena menganggap Pat telah mencuri uangnya. Pat sering dikurung selama sehari penuh dan tidak di beri makan dan minum sama sekali. Pat tumbuh dengan harga diri yang rendah dan prestasi sekolah yang berantakan. Ia harus sering pindah dari satu sekolah ke sekolah lainnya. Di sekolah barunya ia sering diberi label anak brandalan, anak bermasalah, anak pecandu alkohol, anak bodoh, anak bandel, dan lainya. Suatu saat ia pindah sekolah lagi. Tidak ada satu guru dan kepala sekolahpun yang percaya pada Pat, kecuali guru olahraganya. Waktu itu Pat berusia 15 tahun. Guru olahraganya berkata “Nak, kamu adalah manusia yang berharga. Kamu dapat mencapai apapun yang kamu inginkan dalam hidupmu. Kamu dapat menjadi apa saja yang kamu inginkan asalkan kamu percaya pada kemampuan dirimu. Saya percaya pada dirimu. Kamu pasti bisa!” dengan berbekal pada rasa cinta dan rasa percaya diri satu orang guru saja, Pat lalu mengembangkan dirinya. Ia mulai mengejar impian semasa kecil dulu. Ia ingin menjadi juara tinju di sekolahnya. Singkat cerita, di bawah dan asuhan guru ini, Pat akhirnyas berhasil menjadi juara. Dari sini Pat akhirnya mulai mengejar impian yang lebih besar. Ia bangun kembali konsep dirinya. Dia tetapkan tujuan hidupnya. Walaupun tidak mudah, namun berkat ketekunan, keteguhan hati, keuletan dan semangat yang tinggi Pat kini menjadi Public Speaker paling top di Australia. Pat telah menulis beberapa buku laris, diantaranya adalah attitude. Pat meski kini telah berusia 42 tahun. Sekarang ia telah memimpin suatu organisasi pemuda yang terbesar di Australia. Organisasi ini banyak anak-anak muda yang “Bermasalah” anak muda yang terlibat narkoba,alcohol,pelacuran, hamil muda, dll.
Organisasi ini sangat berhasil dan berkembang hingga saat ini mereka mambuka cabang di Amerika dan Inggris. Sungguh ajaib. Cinta dan kepercayaan dari satu orang saja dapat mengubah hidup orang lain. Dan efek ini menjadi lebih dahsyat lagi karena orang yang berubah itu ternyata memberikan kontribusi yang begitu besar kepada umat manusia.
Bangsa yang sedang mengalami krisis, kata Rosevalt hanya membutuhkan satu hal, motivasi. Sebuah kehidupan yang terhormat dan berwibawa yang dilandasi keadilan dan dipenuhi kemakmuran masih mungkin di bangun di negeri ini. Untaian Zambrut Khatulistiwa ini masih mungkin di rajut menjadi kalung sejarah yang indah. Tidak peduli seberapa krisis yang sedang menimpa kita saat ini. Tidak peduli seberapa banyak kekuatan asing yang menginginkan kehancuran bangsa ini. Masih mungkin dengan satu kata: para pahlawan. Tapi jangan menanti kedatangannya atau menggodanya untuk hadir ke sini. Sekali lagi, jangan pernah menunggu kedatangannya, seperti orang-orang lugu yang tertindas itu, mereka menunggu datangnya ratu adil yang tidak pernah datang.
Mereka tidak akan pernah datang. Mereka bahkan sudah ada disini. Mereka lahir dan besar di negeri ini. Mereka adalah aku, kau, dan kita semua. Mereka bukan orang lain. Mereka hanya belum memulai. Mereka hanya perlu berjanji untuk merebut takdir kepahlawanan mereka dan dunia akan menyaksikan gugusan pulau-pulau ini menjelma menjadi untaian kalung zambrut kembali yang menghiasi leher sejarah. Semoga!
Oleh-oleh seminar di Banjarnegara Tahun 2007.
0 Response to "FROM ZERO TO HERO"
Post a Comment
Terimakasih sudah bersedia berkunjung. Semoga bermanfaat. Silahkan tulis komentar anda di papan komentar. Komentar anda sangat bermanfaat untuk kemajuan artikel-artikel selanjutnya.