Cara dan Kiat Membaca Efektif Buku Pelajaran

CARA MEMBACA EFEKTIF  BUKU PELAJARAN Heri Indra Gunawan  BAB I PENDAHULUAN  A. LATAR BELAKANG Mendengar kata  buku pelajaran,  sebagian orang akan langsung memiliki pandangan bahwa buku pelajaran pastilah membosankan dan tidak menarik karena isinya hanya monoton berisi tulisan-tilisan saja. Pandangan awal tersebut diakibatkan karena kebanyakan buku pelajaran hanya berisi tulisan-tulisan yang banyak dan tebal sehingga mempunyai kesan membosankan dan monoton. Buku pelajaran dengan tampilan yang cenderung kurang menarik bagi siswa maupun mahasiswa ini yang seolah-olah menjadi momok menakutkan untuk para siswa membuka dan bahkan membaca buku. Kurangnya minat siswa atau mahasiswa untuk membaca buku setidaknya bisa sedikit diatasi dengan adanya pengarahan dan mengubah kebiasaan atau persepsi siswa tentang buku pelajaran agar para siswa menyukai membaca. Karena budaya membaca di Indonesia sekarang ini sudah mengalami pergeseran. Peran buku sudah digantikan dengan media elektronik, seperti Handphone, laptop, komputer, televisi, vcd, dvd dan lain sebagainya. Siswa cenderung banyak yang lebih suka bermain Handphone, bermain game bahkan menonton televisi sampai larut malam, padahal kita tahu bahwa kewajiban dari pelajar baik itu siswa maupun mahasiswa adalah belajar. Untuk bekal kehidupan dimasa yang akan datang dan bersaing dengan pribadi lain bahkan bersaing dalam ranah yang lebih luas.  Dengan pengarahan dan memberikan motivasi membaca kepada siswa dengan  tujuan di antaranya adalah meningkatkan kemampuan membaca dengan cepat dan mengerti isi dari sebuah buku pelajaran dengan hanya mendengarkan tanpa membacanya sendiri.  B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan uraian di atas dapat dirumuskan permasalahan yang merupakan pertanyaan dalam tujuan pembahasan sebagai berikut: “Bagaimana cara yang paling efektif untuk membaca suatu buku pelajaran?”  C. TUJUAN PEMBAHASAN Pembahasan materi ini bertujuan agar siswa dan mahasiswa mampu membaca secara efektif buku-buku pelajaran.  D. MANFAAT PEMBAHASAN 1. Diharapkan pembaca dapat meningkatkan kemampuan membaca buku dengan cepat. 2. Diharapkan pembaca dapat mengerti suatu buku dengan hanya mendengarkan tanpa membacanya sendiri.  BAB  II PEMBAHASAN  1. BUKU PELAJARAN 1.1 Definisi Buku Pelajaran Menurut  Tarigan & Tarigan, 2010 Buku teks merupakan buku pelajaran dalam bidang studi tertentu, yang merupakan buku standar, yang disusun oleh para pakar dalam bidang itu untuk maksud dan tujuan instruksional, yang dilengkapi sarana-sarana pengajaran yang serasi dan mudah dipahami oleh para pemakainya di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi sehingga dapat menunjang suatu program pengajaran.  Menurut Tarigan & Tarigan, 2010. Buku teks pelajaran merupakan buku yang dipakai untuk mempelajari atau mendalami suatu subjek pengetahuan dan ilmu serta teknologi atau suatu bidang studi, sehingga mengandung penyajian asas-asas tentang subjek tersebut, termasuk karya kepanditaan (scholarly, literary) terkait subjek yang bersangkutan. Bacon, 1935 dalam Tarigan, 1986:11 mendefinisikan buku teks adalah buku yang dirancang untuk penggunaan di kelas, dengan cermat disusun dan disiapkan oleh para pakar atau ahli dalam bidang itu dan diperlengkapi dengan sarana-sarana pengajaran yang sesuai dan serasi. Buckingham, 1958, dalam Tarigan, 1986:11 mengatakan Buku teks adalah sarana belajar yang biasa digunakan di sekolah-sekolah dan di perguruan tinggi untuk menunjang suatu program pengajaran. Berdsarkan beberapa definisi dari buku teks di atas dapat disimpulkan bahwa buku teks adalah buku yang dirancang dan dipakai di kelas untuk menyampaikan materi pembelajaran bidang studi tertentu yang dibuat berdasarkan tujuan instruksional yang dirancang oleh para pakar dalam bidangnya masing-masing.  2. Membaca Efektif Ketika seseorang membaca, apapun bahan bacaannya, seharusnya ia mampu memahami isi dari bahan bacaan itu, sehingga ia memperoleh faedah dan manfaat. Membaca tapi tidak memahami isi dari bacaannya, merupakan kecenderungan yang dialami banyak orang. Kondisi ini terjadi biasanya disebabkan oleh ketiadaan tujuan dari membaca. Sebab, sejatinya seseorang yang membaca itu, paling tidak ia akan memperoleh informasi baru tentang apa yang dibacanya. Karena itu, sedapat mungkin cara kita membaca, agar memperoleh banyak manfaat, harus kita ubah. Bagaimana caranya? Pertama, membaca itu harus bertujuan. Tanpa tujuan yang jelas, pemahaman kita terhadap apa yang kita baca juga akan menjadi tidak jelas. Paling tidak, carilah tujuan yang paling mudah dan sederhana. Misalnya, ketika membaca buku tentang pendidikan, maka tujuannya minimal  dapat memperoleh informasi tentang apa itu pendidikan. Dengan cara demikian, faedah membaca pun didapatkan. Itulah yang dimaksud dengan membaca yang bertujuan. Jadi, aktivitas membaca bukanlah aktivitas iseng dalam rangka mengisi waktu kosong. Jika tujuannya hanya iseng, sia-sialah aktivitas membaca tersebut. Tujuan Membaca Buku : 1. Mendapatkan informasi 2. Menambah wawasan 3. Mengetahui Dunia Tujuan membaca secara umum yaitu mampu membaca dan memahami teks pendek dengan cara lancar atau bersuara beberapa kalimat sederhana dan membaca puisi ( Depdiknas ; 2004 : 15 ). Menurut kurikulum 1994 tujuan membaca yaitu : 1.  Mampu memahami gagasan yang didengar secara langsung atau tidak langsung. 2.   Mampu membaca teks bacaan dan menyimpulkan isinya dengan kata-kata sendiri. 3.   Mampu membaca teks bacaan secara cepat dan mampu mencatat gagasan-gagasan utama ( Depdiknas ; 1994 : 18 ). Jadi tujuan akhir membaca intinya adalah memahami ide, kemampuan menangkap makna dalam bacaan secara utuh, baik dalam bentuk teks bebas, narasi, prosa ataupun puisi yang disimpulkan dalam suatu karya tulis ataupun tidak tertulis. Tujuan membaca secara umum adalah: 1.      Mendapatkan informasi. 2.      Memperoleh pemahaman. 3.      Memperoleh kesenangan.          Sedangkan tujuan membaca secara khusus adalah: 1.      Memperoleh informasi faktual. 2.      Memperoleh keterangan tentang sesuatu yang khusus dan problematis. 3.      Memberikan penilaian kritis terhadap karya tulis seseorang. 4.      Memperoleh kenikmatan emosi. 5.      Mengisi waktu luang. Lebih lanjut Nurhadi (1987) yang mengutip pendapat Waples (1967) menuliskan bahwa tujuan membaca adalah : 1.      Mendapat alat atau cara praktis mengatasi masalah. 2.      Mendapat hasil yang berupa  prestise yaitu agar mendapat rasa lebih bila     dibandingkan dengan orang lain dalam lingkungan pergaulannya. 3.      Memperkuat nilai pribadi atau keyakinan. 4.      Mengganti pengalaman estetika yang sudah usang. 5.      Menghindarkan diri dari kesulitan, ketakutan, atau penyakit tertentu.  Hal menarik diungkapkan oleh Nurhadi (1987) bahwa tujuan membaca akan mempengaruhi pemerolehan pemahaman bacaan. Artinya, semakin kuat tujuan seorang dalam membaca maka semakin tinggi pula kemampuan orang itu dalam memahami bacaannya.  4. Kecepatan Membaca Kecepatan setiap orang dalam membaca tidak selalu sama. Ada yang memiliki kecepatan 100 -150 kpm (kata per menit), ada yang 150-200 kpm, dan ada yang di atasnya. Berdasarkan pengamatan dalam berbagai pelatihan, keterampilan, kecepatan rata-rata orang Indonesia dewasa (yang belum pernah latihan keterampilan membaca) 175-300 kpm. Setelah mengikuti latihan keterampilan membaca, kecepatan itu biasanya bisa meningkat. Rumus untuk menghitung kecepatan membaca adalah : jumlah kata yang dibaca, dibagi waktu yang dibutuhkan untuk membaca. Jika kecepatan membaca itu kita andaikan A, jumlah kata yang dibaca diandaikan B, dan waktu yang dibutuhkan untuk membaca diandaikan C, maka rumusnya menjadi: A= B/C = kpm (kata per menit) Seandainya waktu yang dibutuhkan untuk membaca itu terdapat detiknya (misalnya 3 menit 20 detik), maka waktu itu dikonversikan dahulu ke detik; kemudian rumus di atas dikali 60 detik. A= B/C = x 60 detik =kpm (kata per menit) Contoh Jumlah kata yang dibaca adalah 1500 kata; lama membaca adalah 4 menit 10 detik (=250 detik); maka kecepatan membacanya adalah: 1500/250 x 6 x 60 = 360 kpm. Untuk mengetahui kecepatan seseorang dalam membaca,dapat dibaca tulisan berikut ini (ditulis oleh Kartono Mohamad, mantan IDI, berjudul "Dengan Retina Buatan, Dunia Kembali Menjadi Terang" dalam HarianKOMPAS, 14 November 1999, hlm. 4). Jumlah kata dalam tulisan ini adalah 803 kata, digenapkan menjadi 800 kata. Untuk menghitung kata di dalam bacaan digunakan cara berikut: Pertama, hitunglah jumlah kata dalam sepuluh baris; kemudian dibagi sepuluh. Hasilnya adalah jumlah rata-rata kata perbaris. Kedua, hitunglah jumlah baris dalam tulisan yang kita baca; kemudian kalikan dengan jumlah rata-rata per baris tersebut. Hasilnya adalah jumlah kata yang kita baca.  5. Teknik yang Perlu Dipraktikkan Saat Melakukan Aktivitas Membaca Pertama, membacalah untuk memperoleh informasi, bukan untuk memperoleh aneka pendapat. Bersikaplah kritis. Sangat banyak orang yang membaca sesuatu dan lantas memercayai begitu saja apa yang dia baca. Tidak sedikit orang yang membaca demi hanya mendukung pendapat yang telah dianutnya. Pembaca yang demikian tidak mau berpikir lagi dan percaya pada apa yang dibacanya begitu saja. Kedua, hendaknya membolak-balik terlebih dahulu buku yang akan dibaca sebelum memutuskan membaca buku tersebut hingga tuntas. Pertimbangkan apakah buku itu bermanfaat atau tidak. Cermatilah apakah makna buku tersebut. Lakukan hal yang sama pula saat akan membaca koran atau majalah. Ketiga, jika membaca buku ilmiah, harus membacanya dengan pikiran yang objektif. Akan tetapi, jika membaca buku yang mengemukakan suatu pendapat atau propaganda, harus membaca buku itu dengan kritis. Dalam konteks ini, harus menempatkan diri laksana seorang hakim. Dengan demikian, harus menjadi orang yang tidak gampang percaya begitu saja. Keempat, membuat tanda-tanda khusus pada bagian-bagian penting dalam setiap bahan bacaan yang dibaca. Tanda-tanda khusus itu bisa berupa tanda silang yang mencolok pada tepi kiri bagian yang dibaca, bisa juga berupa garis bawah pada bagian-bagian penting bahan yang dibaca. Kelima, membuat ringkasan atau ikhtisar dari setiap pokok persoalan yang dibaca. Ringkasan atau ikhtisar itu bisa ditulis dalam sehelai kartu atau dalam buku catatan khusus.  6. Hambatan Membaca Cepat Dan Efisien Dan Cara Mengatasinya Ada beberapa hambatan yang sering dijumpai pada orang-orang tertentu di dalam membaca sehingga orang tersebut tidak bisa membaca secara cepat dan efisien. Hambatan-hambatan ini banyak berkaitan dengan ke-biasaan membaca yang dipraktekkan sejak masa kecil dan terbawa-bawa sampai dewasa. Beberapa hambatan tersebut di antaranya adalah:  a. Membaca dengan melafalkan kata yang dibaca Ada orang yang membaca dengan melafalkan kata demi kata yang dibaca. Mungkin orang tersebut kurang puas jika kata-kata yang dibaca itu tidak diucapkan.  Cara membaca seperti ini selain akan mengganggu orang lain, juga akan memperlambat pembacaan. Lambat karena kata demi kata dibaca atau satu demi satu. Di samping itu, pembaca akan mudah lelah karena mengucapkan kata demi kata yang dibaca itu mengeluarkan banyak energi. (bandingkan dengan orang yang sedang mengajar di depan kelas, atau yang sedang berpidato). Untuk mengatasi ini dapat dilakukan dua cara. Pertama dengan merapatkan bibir ketika membaca, dan kedua, dengan menguyah permen karet.  b. Membaca dengan menggerakkan bibir Ada lagi yang membaca dengan menggerakkan bibir. Bibirnya komat-kamit mengikuti bunyi huruf di dalam teks bacaan. Cara membaca seperti ini selain kurang enak di pandang mata (karena bibir terus komat-kamit) juga kurang cepat dan efisien karena si pembaca pada dasarnya membaca kata demi kata (bahkan huruf demi huruf) yang ada di dalam teks bacaan. Cara membaca dengan komat-kamit juga bisa membuatbibir cepat lelah, rahang atas dan bawah pegal, dan pada akhirnya mempengaruhi daya tahan baca.   Untuk mengatasi hambatan ini bisa dilakukan dua cara yang dikemukakan di   atas: 1.      Membaca dengan menunjuk Sebagian lagi ada yang membaca dengan menunjuk-nunjuk teks yang sedang dibacanya dengan jari atau alat tulis. Cara membaca seperti ini juga kurang cepat dan efesien karena si pembaca melakukan pembacaan kata demi kata. Di samping itu, cara membaca dengan menunjuk-nunjuk ini juga bisa membuat tangan cepat lelah dan pada akhirnya bisa mempengaruhi daya tahan baca. Untuk mengatasi hambatan ini bisa dilakukan dua cara berikut. Pertama dengan memasukan tangan yang suka menunjuk-nunjuk itu ditugaskan memegang buku yang sedang dibaca (sekaligus jari telunjuk dan jempol ditugaskan untuk menyiapkan dan membuka `halaman berikut' yang akan dibaca). 2.      Membaca dengan menggerakan kepala Sebagian lagi memiliki kebiasaan membaca dengan menggerakkan kepala (dari arah ke kiri ke kanan, dan sebaliknya) mengikuti kata-kata yang sedang dibaca. Cara membaca seperti ini juga kurang cepat dan efisien karena si pembaca pada dasarnya mengikuti pembacaan kata demi kata. Di samping itu cara membaca dengan menggerakkan kepala bisa juga mengakibatkan kepala cepat lelah dan bahkan pusing. Untuk mengatasi kepala yang bergerak-gerak ini maka si pembaca bisa memegang dagunya. Jadi ketika membaca,maka salah satu tangan memegang teks bacaan dan tangan yang lain memegang dagu. Jika cara mengatasi hambatan yang disebut di atas dilakukan berulang-ulang, maka kebiasaan buruk dalam membaca itu lama-lama akan hilang. Di samping hambatan-hambatan yang dikemukakan di atas (yang umumnya berkaitan dengan kiat membaca), masih ada beberapa hambatan lain yang mempengaruhi kegiatan membaca cepat dan efisien, yaitu: Kurang bisa konsentrasi karena: · Pada dasarnya kurang bisa berkonsentrasi; atau · Kesehatan sedang terganggu · Suasana hati sedang tidak tenteram; dan · Keadaan lingkungan tidak mendukung Bagi orang-orang yang "pada dasarnya kurang bisa berkonsentrasi " hanya bisa di atasi dengan melakukan latihan konsentrasi berulang-ulang. Daya tahan membaca cepat berkurang karena: · Posisi badan yang salah ketika membaca; atau · Lampu /penerangan yang tidak mendukung. Hambatan ini bisa diatasi sesuai kasusnya: Pertama, dengan memperbaiki posisi duduk yang baik ketika membaca yaitu: posisi badan diusahakan tegak dan rileks, dan tidak terlalu miring (entah miring ke depan,ke belakang, atau terlalu miring ke samping kiri atau ke kanan). Posisi badan yang terlalu miring akan sangat melelahkan. Kedua, dengan memperbaiki lampu/penerangan. Lampu/penerangan yang tidak baik (=redup, kurang terang) akan membuat mata cepat lelah; dan kita berlangsung lama bisa membuat mata sakit. Untuk membaca tulisan yang bergerak dari kiri ke kanan (misalnya tulisan latin), maka arah penerangan sebaik-nya dari sebelah kiri; dan untuk membaca tulisan yang bergerak dari sebelah kanan ke kiri (misalnya tulisan Ibrani, Arab), maka arah penerangan sebaiknya dari sebelah kanan. Munculnya kemalasan karena: · Pada dasarnya kurang suka membaca; atau · Bahasa yang ada dalam teks bacaan kurang dikuasai · Uraian dalam teks bacaan terlalu sulit diikuti dan dipahami; dan · Isi dan jenis bacaan kurang diminati Hambatan ini juga bisa diatasi sesuai dengan kasusnya. Jika kemalasan itu pada dasarnya karena kurang suka membaca, maka cara mengatasinya adalah dengan menumbuhkan minat baca. Untuk tahap-tahap awal bisa dimulai dengan bacaan-bacan yang ringan, misalnya buku-buku humor, komik bersambung , dsb.  7. Kiat Membaca Cepat Dan Efektif Membaca pada hakikatnya adalah memahami teks bacaan. Itu berarti, kegiatan membaca dilakukan bersama-sama oleh mata dan otak. Mata berfungsi "memotret" teks, kemudian menyalurkanya ke dalam otak untuk diolah. Cepat dan banyaknya otak mengolah suatu pesan tergantung erat dari cepat dan banyaknya pesan yang dipotret oleh mata. Sehubungan dengan itu maka ada beberapa kiat yang bisa dipraktekkan untuk bisa membaca cepat dan efektif:  - Membaca dengan mengandalkan gerakan bola mata Untuk bisa membaca cepat dan efektif harus mengandalkan gerakan bola mata. Jadi, yang paling sibuk bergerak di dalam membaca bukanlah jari, mulut atau kepala, tapi bola mata. Semakin lincah bola mata bergerak (ke samping kiri  kanan dan ke bawah), maka semakin cepat pula membaca  - Membaca beberapa kata sekaligus yang mengandung satu gagasan Mata tidak membaca kata demi kata, tapi membaca gagasan. Jangkauan mata  tidak terarah pada kata demi kata yang ada di dalam teks bacaan, tetapi pada dua sampai empat kata sekaligus. Untuk membiasakan mata membaca beberapa kata sekaligus, maka mata harus dilatih untuk melebarkan daya jangkaunya  - Membaca dengan memperhatikan tujuan dan strategi. Sebelum membaca, terlebih dahulu harus menentukan apa tujuan atau keperluannya: apakah kita ingin menguasai "seluruh" isi bacaan (seperti membaca buku pelajaran wajib; membaca sebuah tulisan yang perlu betul-betul didalami sampai mendetail); ataukah hanya sekedar mencari informasi umum dan pokok saja (seperti membaca berita di koran, majalah dsb.). Tujuan atau keperluan ini sangat menentukan strategi yang dipilih.  Kalau hanya sekedar mencari informasi umum dan pokok saja, maka strategi membaca cepat dan efektif yang bisa digunakan adalah skimming, yaitu membaca cepat dengan memperhatikan gagasan-gagasan pokok saja. Dalam hal ini bola mata bergerak cepat membaca sambil mencari jawab atas seluruh atau beberapa pertanyaan berikut: apa, siapa, bagaimana, mengapa, di mana, kapan. Dalam berita di koran dan majalah (yang ditulis dengan baik), beberapa perta-nyaan tersebut sudah bisa ditemui jawabannya pada alinea-alinea awal. Di samping strategi skimming, juga lazim digunakan strategi scanning, yaitu membaca cepat dengan melompat langsung ke uraian/pasal/bab yang penting dan atau dibutuhkan. Untuk membaca sebuah teks atau buku yang wajib dikuasai secara mendetail dan menyeluruh, maka strategi yang dipilih agak berbeda. Beberapa strategi membaca yang pernah dikembangkan para pakar antara lain adalah: 1.  SQ3R, yaitu: · Survey (melakukan pemeriksaan secara umum) · Question (mengajukan pertanyaan-pertanyaan pokok: apa, mengapa, bagaimana, dan seterusnya) · Read (melakukan pembacaan) · Recite (menceritakan pokok-pokok yang dibaca dengan bahasa sendiri) · Review (mengulangi saripati teks bacaan yang dibaca).  2.  SQ4R:       · Survey · Question · Read · Recite · "Rite" (dari write, menuliskan pokok-pokok penting yang perlu diingat · Review.  3.  POINT: · Purpose (mencari tahu dahulu apa maksud penulis dengan tulisannya) · Overview (melakukan peninjauan tulisan secara umum, dengan jalan membacanya) · Interpret (menganalisa dan menafsirkan pesan dalam tulisan) · Note (mencatat hal-hal yang penting dalam tulisan) · Test (menguji apakah si pembaca sudah menguasai isi tulisan dengan jalan menjawab beberapa pertanyaan penting berkaitan dengan isi tulisan).  4.  PQRST: · Preview (melakukan peninjauan umum) · Question · Read · Summarize (meringkas isi tulisan) · Test  BAB III PENUTUP  KESIMPULAN Membaca merupakan jendela dunia, dengan membaca kita tahu apa yang ada di sekitar kita bahkan apa yang ada di negara lain yang orang lain tidak mengetahuinya. Dengan membaca apapun yang kita tidak tahu menjadi tahu karena dalam bacaan tersebut menerangkan berbagai ilmu pengetahuan, dan berbagai wawasan tentang kehidupan. Untuk dapat membaca buku khususnya buku pelajaran, pertama, harus dipahami dulu tujuannya, antara lain untuk mengumpulkan informasi dan menambah wawasan. Dengan kata lain buku pelajaran bagi siswa hukumnya wajib dibaca dan diserap isinya secara maksimal, karena dengan itu semua berarti seorang siswa mampu menguasai kompetensi dasar dan standar kompetensi yang ingin dicapai. Maka siswa tersebut dikatakan telah menguasai materi pembelajaran dan dipastikan mendapatkan reward yang baik dari guru maupun sekolah. Dengan memperhatikan kiat-kiat membaca efektif, maka untuk mengetahui isi dari buku pelajaran yang dibaca menjadi meningkat dalam hal pemahamanya. Karena dengan berlatih membaca secara terus menerus pastinya otak akan berkembang dan banyak sekali mendapatkan wawasan yang baru baik itu digunakan dalam kehidupan maupun dalam aspek yang lain.  SARAN Strategi membaca cepat dan efektif yang bisa digunakan adalah skimming, yaitu membaca cepat dengan memperhatikan gagasan-gagasan pokok saja. Di samping strategi skimming, juga lazim digunakan strategi scanning, yaitu membaca cepat dengan melompat langsung ke uraian/pasal/bab yang penting dan atau dibutuhkan.  DAFTAR PUSTAKA  Adhysuryadi. Tujun membaca. Diakses pada tanggal 1 Juli 2014 dari  http://adhysuryadifbs.blogspot.com/2013/01/tujuan-membaca.html Akuinginsukses. Membaca cepat. Diakses pada tanggal 1 Juli 2014 dari  http://www.akuinginsukses.com/trik-membaca-cepat/ Arifwijaya.Penghambat membaca cepat. Diakses pada tanggal 1 Junli 2014 dari  http://arifwijaya.blogdetik.com/2009/10/29/penghambat-membaca-cepat/ BahasaIndonesia. Rumus untuk mengukur kecepatan membaca. Diakses pada tanggal 1 Juli 2014 dari  http://bahasaindonesiayh.blogspot.com/2012/05/rumus-untuk-menghitung-kecepatan.html Dwicahyadi. Tujuan Membaca Buku. Diakses pada tanggal 1 Juli 2014 dari  http://dwicahyadiwibowo.blogspot.com/2014/04/tujuan-membaca-fungsi-membaca-dan.html Lidya. Kiat membaca Cepat. Diakses pada tanggal 1 Juli 2014 dari  http://only-lidya.blogspot.com/ Membaca cepat dan menghitung. Diakses pada tanggal 1 Juli 2014. Dari  http://coretan-pena-pemula.blogspot.com/2013/07/cara-membaca-cepat-dan-menghitung-kem.html Muhammad. Hambatan membaca cepat. Diakses pada tanggal 1 Juli 2014 dari  http://www.muhammadnoer.com/2009/01/hambatan-dalam-membaca-cepat-dan-cara-mengatasinya/ Panduanguru. Kiat membaca cepat. Diakses pada 1 Juli 2014 dari  http://panduanguru.com/ini-dia-kiat-meningkatkan-kecepatan-efektif-membaca-kem/ Teknik membaca. Diakses dari  http://www.belajar-cepat.com/teknik-dasar-speed-reading/  pada tanggal 1 Juli 2014 Zaelani. Definisi membaca menurut para ahli. Diakses pada tanggal 1 Juli 2014 dari  http://zeelaeli.blogspot.com/2013/03/pengertian-buku-teks-menurut-beberapa.htmlCARA MEMBACA EFEKTIF BUKU PELAJARAN
Heri Indra Gunawan

A. LATAR BELAKANG

Mendengar kata buku pelajaran, sebagian orang akan langsung memiliki pandangan bahwa buku pelajaran pastilah membosankan dan tidak menarik karena isinya hanya monoton berisi tulisan-tilisan saja. Pandangan awal tersebut diakibatkan karena kebanyakan buku pelajaran hanya berisi tulisan-tulisan yang banyak dan tebal sehingga mempunyai kesan membosankan dan monoton.

Buku pelajaran dengan tampilan yang cenderung kurang menarik bagi siswa maupun mahasiswa ini yang seolah-olah menjadi momok menakutkan untuk para siswa membuka dan bahkan membaca buku.

Kurangnya minat siswa atau mahasiswa untuk membaca buku setidaknya bisa sedikit diatasi dengan adanya pengarahan dan mengubah kebiasaan atau persepsi siswa tentang buku pelajaran agar para siswa menyukai membaca. Karena budaya membaca di Indonesia sekarang ini sudah mengalami pergeseran. Peran buku sudah digantikan dengan media elektronik, seperti Handphone, laptop, komputer, televisi, vcd, dvd dan lain sebagainya.

Siswa cenderung banyak yang lebih suka bermain Handphone, bermain game bahkan menonton televisi sampai larut malam, padahal kita tahu bahwa kewajiban dari pelajar baik itu siswa maupun mahasiswa adalah belajar. Untuk bekal kehidupan dimasa yang akan datang dan bersaing dengan pribadi lain bahkan bersaing dalam ranah yang lebih luas.

Dengan pengarahan dan memberikan motivasi membaca kepada siswa dengan tujuan di antaranya adalah meningkatkan kemampuan membaca dengan cepat dan mengerti isi dari sebuah buku pelajaran dengan hanya mendengarkan tanpa membacanya sendiri.

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan uraian di atas dapat dirumuskan permasalahan yang merupakan pertanyaan dalam tujuan pembahasan sebagai berikut:

“Bagaimana cara yang paling efektif untuk membaca suatu buku pelajaran?”

C. TUJUAN PEMBAHASAN

Pembahasan materi ini bertujuan agar siswa dan mahasiswa mampu membaca secara efektif buku-buku pelajaran.

D. MANFAAT PEMBAHASAN

1. Diharapkan pembaca dapat meningkatkan kemampuan membaca buku dengan cepat.

2. Diharapkan pembaca dapat mengerti suatu buku dengan hanya mendengarkan tanpa membacanya sendiri.

PEMBAHASAN

1. BUKU PELAJARAN
1.1 Definisi Buku Pelajaran


Menurut Tarigan & Tarigan, 2010 Buku teks merupakan buku pelajaran dalam bidang studi tertentu, yang merupakan buku standar, yang disusun oleh para pakar dalam bidang itu untuk maksud dan tujuan instruksional, yang dilengkapi sarana-sarana pengajaran yang serasi dan mudah dipahami oleh para pemakainya di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi sehingga dapat menunjang suatu program pengajaran.

Menurut Tarigan & Tarigan, 2010. Buku teks pelajaran merupakan buku yang dipakai untuk mempelajari atau mendalami suatu subjek pengetahuan dan ilmu serta teknologi atau suatu bidang studi, sehingga mengandung penyajian asas-asas tentang subjek tersebut, termasuk karya kepanditaan (scholarly, literary) terkait subjek yang bersangkutan.

Bacon, 1935 dalam Tarigan, 1986:11 mendefinisikan buku teks adalah buku yang dirancang untuk penggunaan di kelas, dengan cermat disusun dan disiapkan oleh para pakar atau ahli dalam bidang itu dan diperlengkapi dengan sarana-sarana pengajaran yang sesuai dan serasi.

Buckingham, 1958, dalam Tarigan, 1986:11 mengatakan Buku teks adalah sarana belajar yang biasa digunakan di sekolah-sekolah dan di perguruan tinggi untuk menunjang suatu program pengajaran.

Berdsarkan beberapa definisi dari buku teks di atas dapat disimpulkan bahwa buku teks adalah buku yang dirancang dan dipakai di kelas untuk menyampaikan materi pembelajaran bidang studi tertentu yang dibuat berdasarkan tujuan instruksional yang dirancang oleh para pakar dalam bidangnya masing-masing.

2. Membaca Efektif

Ketika seseorang membaca, apapun bahan bacaannya, seharusnya ia mampu memahami isi dari bahan bacaan itu, sehingga ia memperoleh faedah dan manfaat. Membaca tapi tidak memahami isi dari bacaannya, merupakan kecenderungan yang dialami banyak orang. Kondisi ini terjadi biasanya disebabkan oleh ketiadaan tujuan dari membaca. Sebab, sejatinya seseorang yang membaca itu, paling tidak ia akan memperoleh informasi baru tentang apa yang dibacanya. Karena itu, sedapat mungkin cara kita membaca, agar memperoleh banyak manfaat, harus kita ubah. Bagaimana caranya? Pertama, membaca itu harus bertujuan. Tanpa tujuan yang jelas, pemahaman kita terhadap apa yang kita baca juga akan menjadi tidak jelas. Paling tidak, carilah tujuan yang paling mudah dan sederhana. Misalnya, ketika membaca buku tentang pendidikan, maka tujuannya minimal dapat memperoleh informasi tentang apa itu pendidikan.

Dengan cara demikian, faedah membaca pun didapatkan. Itulah yang dimaksud dengan membaca yang bertujuan. Jadi, aktivitas membaca bukanlah aktivitas iseng dalam rangka mengisi waktu kosong. Jika tujuannya hanya iseng, sia-sialah aktivitas membaca tersebut.

Tujuan Membaca Buku :

. Mendapatkan informasi

Menambah wawasan

Mengetahui Dunia

Tujuan membaca secara umum yaitu mampu membaca dan memahami teks pendek dengan cara lancar atau bersuara beberapa kalimat sederhana dan membaca puisi ( Depdiknas ; 2004 : 15 ).

Menurut kurikulum 1994 tujuan membaca yaitu :

1. Mampu memahami gagasan yang didengar secara langsung atau tidak langsung.

2. Mampu membaca teks bacaan dan menyimpulkan isinya dengan kata-kata sendiri.

3. Mampu membaca teks bacaan secara cepat dan mampu mencatat gagasan-gagasan utama ( Depdiknas ; 1994 : 18 ).

Jadi tujuan akhir membaca intinya adalah memahami ide, kemampuan menangkap makna dalam bacaan secara utuh, baik dalam bentuk teks bebas, narasi, prosa ataupun puisi yang disimpulkan dalam suatu karya tulis ataupun tidak tertulis. Tujuan membaca secara umum adalah:

1. Mendapatkan informasi.

2. Memperoleh pemahaman.

3. Memperoleh kesenangan.

Sedangkan tujuan membaca secara khusus adalah:

1. Memperoleh informasi faktual.

2. Memperoleh keterangan tentang sesuatu yang khusus dan problematis.

3. Memberikan penilaian kritis terhadap karya tulis seseorang.

4. Memperoleh kenikmatan emosi.

5. Mengisi waktu luang.

Lebih lanjut Nurhadi (1987) yang mengutip pendapat Waples (1967) menuliskan bahwa tujuan membaca adalah :

1. Mendapat alat atau cara praktis mengatasi masalah.

2. Mendapat hasil yang berupa prestise yaitu agar mendapat rasa lebih bila dibandingkan dengan orang lain dalam lingkungan pergaulannya.

3. Memperkuat nilai pribadi atau keyakinan.

4. Mengganti pengalaman estetika yang sudah usang.

5. Menghindarkan diri dari kesulitan, ketakutan, atau penyakit tertentu.

Hal menarik diungkapkan oleh Nurhadi (1987) bahwa tujuan membaca akan mempengaruhi pemerolehan pemahaman bacaan. Artinya, semakin kuat tujuan seorang dalam membaca maka semakin tinggi pula kemampuan orang itu dalam memahami bacaannya.

4. Kecepatan Membaca

Kecepatan setiap orang dalam membaca tidak selalu sama. Ada yang memiliki kecepatan 100 -150 kpm (kata per menit), ada yang 150-200 kpm, dan ada yang di atasnya. Berdasarkan pengamatan dalam berbagai pelatihan, keterampilan, kecepatan rata-rata orang Indonesia dewasa (yang belum pernah latihan keterampilan membaca) 175-300 kpm. Setelah mengikuti latihan keterampilan membaca, kecepatan itu biasanya bisa meningkat.

Rumus untuk menghitung kecepatan membaca adalah : jumlah kata yang dibaca, dibagi waktu yang dibutuhkan untuk membaca. Jika kecepatan membaca itu kita andaikan A, jumlah kata yang dibaca diandaikan B, dan waktu yang dibutuhkan untuk membaca diandaikan C, maka rumusnya menjadi:

A= B/C = kpm (kata per menit)

Seandainya waktu yang dibutuhkan untuk membaca itu terdapat detiknya (misalnya 3 menit 20 detik), maka waktu itu dikonversikan dahulu ke detik; kemudian rumus di atas dikali 60 detik.

A= B/C = x 60 detik =kpm (kata per menit)

Contoh

Jumlah kata yang dibaca adalah 1500 kata; lama membaca adalah 4 menit 10 detik (=250 detik); maka kecepatan membacanya adalah:

1500/250 x 6 x 60 = 360 kpm.

Untuk mengetahui kecepatan seseorang dalam membaca,dapat dibaca tulisan berikut ini (ditulis oleh Kartono Mohamad, mantan IDI, berjudul "Dengan Retina Buatan, Dunia Kembali Menjadi Terang" dalam HarianKOMPAS, 14 November 1999, hlm. 4). Jumlah kata dalam tulisan ini adalah 803 kata, digenapkan menjadi 800 kata.

Untuk menghitung kata di dalam bacaan digunakan cara berikut: Pertama, hitunglah jumlah kata dalam sepuluh baris; kemudian dibagi sepuluh. Hasilnya adalah jumlah rata-rata kata perbaris. Kedua, hitunglah jumlah baris dalam tulisan yang kita baca; kemudian kalikan dengan jumlah rata-rata per baris tersebut. Hasilnya adalah jumlah kata yang kita baca.

5. Teknik yang Perlu Dipraktikkan Saat Melakukan Aktivitas Membaca


Pertama, membacalah untuk memperoleh informasi, bukan untuk memperoleh aneka pendapat. Bersikaplah kritis. Sangat banyak orang yang membaca sesuatu dan lantas memercayai begitu saja apa yang dia baca. Tidak sedikit orang yang membaca demi hanya mendukung pendapat yang telah dianutnya. Pembaca yang demikian tidak mau berpikir lagi dan percaya pada apa yang dibacanya begitu saja.

Kedua, hendaknya membolak-balik terlebih dahulu buku yang akan dibaca sebelum memutuskan membaca buku tersebut hingga tuntas. Pertimbangkan apakah buku itu bermanfaat atau tidak. Cermatilah apakah makna buku tersebut. Lakukan hal yang sama pula saat akan membaca koran atau majalah.

Ketiga, jika membaca buku ilmiah, harus membacanya dengan pikiran yang objektif. Akan tetapi, jika membaca buku yang mengemukakan suatu pendapat atau propaganda, harus membaca buku itu dengan kritis. Dalam konteks ini, harus menempatkan diri laksana seorang hakim. Dengan demikian, harus menjadi orang yang tidak gampang percaya begitu saja.

Keempat, membuat tanda-tanda khusus pada bagian-bagian penting dalam setiap bahan bacaan yang dibaca. Tanda-tanda khusus itu bisa berupa tanda silang yang mencolok pada tepi kiri bagian yang dibaca, bisa juga berupa garis bawah pada bagian-bagian penting bahan yang dibaca.

Kelima, membuat ringkasan atau ikhtisar dari setiap pokok persoalan yang dibaca. Ringkasan atau ikhtisar itu bisa ditulis dalam sehelai kartu atau dalam buku catatan khusus.

6. Hambatan Membaca Cepat Dan Efisien Dan Cara Mengatasinya

Ada beberapa hambatan yang sering dijumpai pada orang-orang tertentu di dalam membaca sehingga orang tersebut tidak bisa membaca secara cepat dan efisien. Hambatan-hambatan ini banyak berkaitan dengan ke-biasaan membaca yang dipraktekkan sejak masa kecil dan terbawa-bawa sampai dewasa. Beberapa hambatan tersebut di antaranya adalah:

a. Membaca dengan melafalkan kata yang dibaca


Ada orang yang membaca dengan melafalkan kata demi kata yang dibaca. Mungkin orang tersebut kurang puas jika kata-kata yang dibaca itu tidak diucapkan. Cara membaca seperti ini selain akan mengganggu orang lain, juga akan memperlambat pembacaan. Lambat karena kata demi kata dibaca atau satu demi satu. Di samping itu, pembaca akan mudah lelah karena mengucapkan kata demi kata yang dibaca itu mengeluarkan banyak energi. (bandingkan dengan orang yang sedang mengajar di depan kelas, atau yang sedang berpidato). Untuk mengatasi ini dapat dilakukan dua cara. Pertama dengan merapatkan bibir ketika membaca, dan kedua, dengan menguyah permen karet.

b. Membaca dengan menggerakkan bibir

Ada lagi yang membaca dengan menggerakkan bibir. Bibirnya komat-kamit mengikuti bunyi huruf di dalam teks bacaan. Cara membaca seperti ini selain kurang enak di pandang mata (karena bibir terus komat-kamit) juga kurang cepat dan efisien karena si pembaca pada dasarnya membaca kata demi kata (bahkan huruf demi huruf) yang ada di dalam teks bacaan. Cara membaca dengan komat-kamit juga bisa membuatbibir cepat lelah, rahang atas dan bawah pegal, dan pada akhirnya mempengaruhi daya tahan baca.

Untuk mengatasi hambatan ini bisa dilakukan dua cara yang dikemukakan di atas:

1. Membaca dengan menunjuk

Sebagian lagi ada yang membaca dengan menunjuk-nunjuk teks yang sedang dibacanya dengan jari atau alat tulis. Cara membaca seperti ini juga kurang cepat dan efesien karena si pembaca melakukan pembacaan kata demi kata. Di samping itu, cara membaca dengan menunjuk-nunjuk ini juga bisa membuat tangan cepat lelah dan pada akhirnya bisa mempengaruhi daya tahan baca.

Untuk mengatasi hambatan ini bisa dilakukan dua cara berikut. Pertama dengan memasukan tangan yang suka menunjuk-nunjuk itu ditugaskan memegang buku yang sedang dibaca (sekaligus jari telunjuk dan jempol ditugaskan untuk menyiapkan dan membuka `halaman berikut' yang akan dibaca).

2. Membaca dengan menggerakan kepala

Sebagian lagi memiliki kebiasaan membaca dengan menggerakkan kepala (dari arah ke kiri ke kanan, dan sebaliknya) mengikuti kata-kata yang sedang dibaca. Cara membaca seperti ini juga kurang cepat dan efisien karena si pembaca pada dasarnya mengikuti pembacaan kata demi kata. Di samping itu cara membaca dengan menggerakkan kepala bisa juga mengakibatkan kepala cepat lelah dan bahkan pusing.

Untuk mengatasi kepala yang bergerak-gerak ini maka si pembaca bisa memegang dagunya. Jadi ketika membaca,maka salah satu tangan memegang teks bacaan dan tangan yang lain memegang dagu. Jika cara mengatasi hambatan yang disebut di atas dilakukan berulang-ulang, maka kebiasaan buruk dalam membaca itu lama-lama akan hilang.

Di samping hambatan-hambatan yang dikemukakan di atas (yang umumnya berkaitan dengan kiat membaca), masih ada beberapa hambatan lain yang mempengaruhi kegiatan membaca cepat dan efisien, yaitu:

Kurang bisa konsentrasi karena:

· Pada dasarnya kurang bisa berkonsentrasi; atau

· Kesehatan sedang terganggu

· Suasana hati sedang tidak tenteram; dan

· Keadaan lingkungan tidak mendukung

Bagi orang-orang yang "pada dasarnya kurang bisa berkonsentrasi " hanya bisa di atasi dengan melakukan latihan konsentrasi berulang-ulang.

Daya tahan membaca cepat berkurang karena:

· Posisi badan yang salah ketika membaca; atau

· Lampu /penerangan yang tidak mendukung.

Hambatan ini bisa diatasi sesuai kasusnya:

Pertama, dengan memperbaiki posisi duduk yang baik ketika membaca yaitu: posisi badan diusahakan tegak dan rileks, dan tidak terlalu miring (entah miring ke depan,ke belakang, atau terlalu miring ke samping kiri atau ke kanan). Posisi badan yang terlalu miring akan sangat melelahkan.

Kedua, dengan memperbaiki lampu/penerangan. Lampu/penerangan yang tidak baik (=redup, kurang terang) akan membuat mata cepat lelah; dan kita berlangsung lama bisa membuat mata sakit. Untuk membaca tulisan yang bergerak dari kiri ke kanan (misalnya tulisan latin), maka arah penerangan sebaik-nya dari sebelah kiri; dan untuk membaca tulisan yang bergerak dari sebelah kanan ke kiri (misalnya tulisan Ibrani, Arab), maka arah penerangan sebaiknya dari sebelah kanan.

Munculnya kemalasan karena:

· Pada dasarnya kurang suka membaca; atau

· Bahasa yang ada dalam teks bacaan kurang dikuasai

· Uraian dalam teks bacaan terlalu sulit diikuti dan dipahami; dan

· Isi dan jenis bacaan kurang diminati

Hambatan ini juga bisa diatasi sesuai dengan kasusnya. Jika kemalasan itu pada dasarnya karena kurang suka membaca, maka cara mengatasinya adalah dengan menumbuhkan minat baca. Untuk tahap-tahap awal bisa dimulai dengan bacaan-bacan yang ringan, misalnya buku-buku humor, komik bersambung , dsb.

7. Kiat Membaca Cepat Dan Efektif

Membaca pada hakikatnya adalah memahami teks bacaan. Itu berarti, kegiatan membaca dilakukan bersama-sama oleh mata dan otak. Mata berfungsi "memotret" teks, kemudian menyalurkanya ke dalam otak untuk diolah. Cepat dan banyaknya otak mengolah suatu pesan tergantung erat dari cepat dan banyaknya pesan yang dipotret oleh mata.

Sehubungan dengan itu maka ada beberapa kiat yang bisa dipraktekkan untuk bisa membaca cepat dan efektif:

- Membaca dengan mengandalkan gerakan bola mata


Untuk bisa membaca cepat dan efektif harus mengandalkan gerakan bola mata. Jadi, yang paling sibuk bergerak di dalam membaca bukanlah jari, mulut atau kepala, tapi bola mata. Semakin lincah bola mata bergerak (ke samping kiri kanan dan ke bawah), maka semakin cepat pula membaca

- Membaca beberapa kata sekaligus yang mengandung satu gagasan


Mata tidak membaca kata demi kata, tapi membaca gagasan. Jangkauan mata tidak terarah pada kata demi kata yang ada di dalam teks bacaan, tetapi pada dua sampai empat kata sekaligus. Untuk membiasakan mata membaca beberapa kata sekaligus, maka mata harus dilatih untuk melebarkan daya jangkaunya

- Membaca dengan memperhatikan tujuan dan strategi.

Sebelum membaca, terlebih dahulu harus menentukan apa tujuan atau keperluannya: apakah kita ingin menguasai "seluruh" isi bacaan (seperti membaca buku pelajaran wajib; membaca sebuah tulisan yang perlu betul-betul didalami sampai mendetail); ataukah hanya sekedar mencari informasi umum dan pokok saja (seperti membaca berita di koran, majalah dsb.). Tujuan atau keperluan ini sangat menentukan strategi yang dipilih.

Kalau hanya sekedar mencari informasi umum dan pokok saja, maka strategi membaca cepat dan efektif yang bisa digunakan adalah skimming, yaitu membaca cepat dengan memperhatikan gagasan-gagasan pokok saja. Dalam hal ini bola mata bergerak cepat membaca sambil mencari jawab atas seluruh atau beberapa pertanyaan berikut: apa, siapa, bagaimana, mengapa, di mana, kapan. Dalam berita di koran dan majalah (yang ditulis dengan baik), beberapa perta-nyaan tersebut sudah bisa ditemui jawabannya pada alinea-alinea awal.

Di samping strategi skimming, juga lazim digunakan strategi scanning, yaitu membaca cepat dengan melompat langsung ke uraian/pasal/bab yang penting dan atau dibutuhkan. Untuk membaca sebuah teks atau buku yang wajib dikuasai secara mendetail dan menyeluruh, maka strategi yang dipilih agak berbeda. Beberapa strategi membaca yang pernah dikembangkan para pakar antara lain adalah:

1. SQ3R, yaitu:

· Survey (melakukan pemeriksaan secara umum)

· Question (mengajukan pertanyaan-pertanyaan pokok: apa, mengapa, bagaimana, dan seterusnya)

· Read (melakukan pembacaan)

· Recite (menceritakan pokok-pokok yang dibaca dengan bahasa sendiri)

· Review (mengulangi saripati teks bacaan yang dibaca).

2. SQ4R:

· Survey

· Question

· Read

· Recite

· "Rite" (dari write, menuliskan pokok-pokok penting yang perlu diingat

· Review.

3. POINT:

· Purpose (mencari tahu dahulu apa maksud penulis dengan tulisannya)

· Overview (melakukan peninjauan tulisan secara umum, dengan jalan membacanya)

· Interpret (menganalisa dan menafsirkan pesan dalam tulisan)

· Note (mencatat hal-hal yang penting dalam tulisan)

· Test (menguji apakah si pembaca sudah menguasai isi tulisan dengan jalan menjawab beberapa pertanyaan penting berkaitan dengan isi tulisan).

4. PQRST:

· Preview (melakukan peninjauan umum)

· Question

· Read

· Summarize (meringkas isi tulisan)

· Test

KESIMPULAN

Membaca merupakan jendela dunia, dengan membaca kita tahu apa yang ada di sekitar kita bahkan apa yang ada di negara lain yang orang lain tidak mengetahuinya. Dengan membaca apapun yang kita tidak tahu menjadi tahu karena dalam bacaan tersebut menerangkan berbagai ilmu pengetahuan, dan berbagai wawasan tentang kehidupan.

Untuk dapat membaca buku khususnya buku pelajaran, pertama, harus dipahami dulu tujuannya, antara lain untuk mengumpulkan informasi dan menambah wawasan. Dengan kata lain buku pelajaran bagi siswa hukumnya wajib dibaca dan diserap isinya secara maksimal, karena dengan itu semua berarti seorang siswa mampu menguasai kompetensi dasar dan standar kompetensi yang ingin dicapai. Maka siswa tersebut dikatakan telah menguasai materi pembelajaran dan dipastikan mendapatkan reward yang baik dari guru maupun sekolah.

Dengan memperhatikan kiat-kiat membaca efektif, maka untuk mengetahui isi dari buku pelajaran yang dibaca menjadi meningkat dalam hal pemahamanya. Karena dengan berlatih membaca secara terus menerus pastinya otak akan berkembang dan banyak sekali mendapatkan wawasan yang baru baik itu digunakan dalam kehidupan maupun dalam aspek yang lain.

SARAN

Strategi membaca cepat dan efektif yang bisa digunakan adalah skimming, yaitu membaca cepat dengan memperhatikan gagasan-gagasan pokok saja.

Di samping strategi skimming, juga lazim digunakan strategi scanning, yaitu membaca cepat dengan melompat langsung ke uraian/pasal/bab yang penting dan atau dibutuhkan.

DAFTAR PUSTAKA

Adhysuryadi. Tujun membaca. Diakses pada tanggal 1 Juli 2014 dari http://adhysuryadifbs.blogspot.com/2013/01/tujuan-membaca.html

Akuinginsukses. Membaca cepat. Diakses pada tanggal 1 Juli 2014 dari http://www.akuinginsukses.com/trik-membaca-cepat/

Arifwijaya.Penghambat membaca cepat. Diakses pada tanggal 1 Junli 2014 dari http://arifwijaya.blogdetik.com/2009/10/29/penghambat-membaca-cepat/

BahasaIndonesia. Rumus untuk mengukur kecepatan membaca. Diakses pada tanggal 1 Juli 2014 dari http://bahasaindonesiayh.blogspot.com/2012/05/rumus-untuk-menghitung-kecepatan.html

Dwicahyadi. Tujuan Membaca Buku. Diakses pada tanggal 1 Juli 2014 dari http://dwicahyadiwibowo.blogspot.com/2014/04/tujuan-membaca-fungsi-membaca-dan.html

Lidya. Kiat membaca Cepat. Diakses pada tanggal 1 Juli 2014 dari http://only-lidya.blogspot.com/

Membaca cepat dan menghitung. Diakses pada tanggal 1 Juli 2014. Dari http://coretan-pena-pemula.blogspot.com/2013/07/cara-membaca-cepat-dan-menghitung-kem.html

Muhammad. Hambatan membaca cepat. Diakses pada tanggal 1 Juli 2014 dari http://www.muhammadnoer.com/2009/01/hambatan-dalam-membaca-cepat-dan-cara-mengatasinya/

Panduanguru. Kiat membaca cepat. Diakses pada 1 Juli 2014 dari http://panduanguru.com/ini-dia-kiat-meningkatkan-kecepatan-efektif-membaca-kem/

Teknik membaca. Diakses dari http://www.belajar-cepat.com/teknik-dasar-speed-reading/ pada tanggal 1 Juli 2014

Zaelani. Definisi membaca menurut para ahli. Diakses pada tanggal 1 Juli 2014 dari http://zeelaeli.blogspot.com/2013/03/pengertian-buku-teks-menurut-beberapa.html

Silahkan masukan e-mail Anda sekarang, untuk mendapatkan update artikel terbaru (Gratis!):

Delivered by FeedBurner

0 Response to "Cara dan Kiat Membaca Efektif Buku Pelajaran"

Post a Comment

Terimakasih sudah bersedia berkunjung. Semoga bermanfaat. Silahkan tulis komentar anda di papan komentar. Komentar anda sangat bermanfaat untuk kemajuan artikel-artikel selanjutnya.