Pengertian dan ciri kalimat

KALIMAT       Setiap hari kita pasti menggunakan kalimat untuk berinteraksi dengan orang lain, baik berbicara langsung maupun dengan perantara tulisan. Tanpa adanya suatu kallimat sudah sangat jelas gagasan dan ide-ide kita tidak akan tersampaikan secara utuh kepada orang lain. Maka dari itu kalimat menjembatani gagasan dari penutur untuk menyampaikan apa yang difikirkan dan dirasakan.       Sebagai satuan bahasa terkecil yang merupakan kesatuan pemikiran, kalimat diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya (apabila menggunakan bahasa tulis), dan kalimat diawali dan diakhiri dengan kesenyapan (apabila menggunakan bahasa lisan).       Kalimat tersusun atas unsur dari kata, frasa dan klausa. Tanpa adanya unusr-unsur tersebut kalimat tentunya tidak ada, walaupun hanya membentuk klausa saja namun klausa bukanlah kalimat. Ada bagian kalimat yang disebut sebagai inti dari sebuah kalimat yakni bagian yang tidak dapat dihilangkan, dan bagian yang boleh dihilangkan bukan ibti suatu kalimat. Bagian inti dapat membentuk kalimat dasar, dan bagian bukan inti dapat membentuk kalimat luas. Sebagai contoh:  (1) Menganalisis novel itu mudah. (2) Kemudahan menganalisis novel dapat dilakukan apabila kita benar-benar serius serta menghayati isi novel yang kita baca. (3) Kemudahan itu juga didorong oleh beberapa unsur Intrinsik yang daoat kita gunakan sebagai acuan dalam menganalisis sebuah novel, unsur-unsur tersebut yakni, tema, amanat, alur, penokohan, sudut pandang, gaya bahasa.       Contoh di atas menunjukan bahwa kalimat (1) merupakan kalimat dasar, sedangkan kalimat (2) dan (3) berupa kalimat luas.       Untuk memantapkan kita mengenai kaliat, kita pahami bagaimana ciriciri daei kalimat. Ciri-ciri kalimat yaitu: 1. Dalam bahasa lisan diawali dengan kesenapan dan diakhiri dengan kesenyapan. Dalam bahasa tulis diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan titik, tanda tanya, atau tanda seru.  2. Kalimat aktif sekurang-kurangnya terdiri dari subjek dan predikat.  3. Predikat transitif disertai objek, predikat intransitif dapat disertai pelengkap,  4. Mengandung pikiran yang utuh,  5. Menggunakan urutan yang logis; setiap kata atau kelompok kata yang mendukung fungsi (subjek, predikat, objek, dan keterangan) disusun dalam satuan menurut fungsinya.  6. Mengandung satuan makna, ide, atau pesan yang jelas,  7. Paragraf yang terdiri dari dua kalimat atau lebih, kalimat-kalimat disusun dalam satuan makna pikiran yang saling berhubungan, hubungan dijalin dengan konjungsi, pronomina atau kata ganti, repetisi, atau struktur sejajar.       Demikian mengenai pengertian dan ciri dari kalimat semoga bermanfaat.

Setiap hari kita pasti menggunakan kalimat untuk berinteraksi dengan orang lain, baik berbicara langsung maupun dengan perantara tulisan. Tanpa adanya suatu kallimat sudah sangat jelas gagasan dan ide-ide kita tidak akan tersampaikan secara utuh kepada orang lain. Maka dari itu kalimat menjembatani gagasan dari penutur untuk menyampaikan apa yang difikirkan dan dirasakan.

Sebagai satuan bahasa terkecil yang merupakan kesatuan pemikiran, kalimat diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya (apabila menggunakan bahasa tulis), dan kalimat diawali dan diakhiri dengan kesenyapan (apabila menggunakan bahasa lisan).

Kalimat tersusun atas unsur dari kata, frasa dan klausa. Tanpa adanya unusr-unsur tersebut kalimat tentunya tidak ada, walaupun hanya membentuk klausa saja namun klausa bukanlah kalimat. Ada bagian kalimat yang disebut sebagai inti dari sebuah kalimat yakni bagian yang tidak dapat dihilangkan, dan bagian yang boleh dihilangkan bukan ibti suatu kalimat. Bagian inti dapat membentuk kalimat dasar, dan bagian bukan inti dapat membentuk kalimat luas.
Sebagai contoh:

(1) Menganalisis novel itu mudah. (2) Kemudahan menganalisis novel dapat dilakukan apabila kita benar-benar serius serta menghayati isi novel yang kita baca. (3) Kemudahan itu juga didorong oleh beberapa unsur Intrinsik yang daoat kita gunakan sebagai acuan dalam menganalisis sebuah novel, unsur-unsur tersebut yakni, tema, amanat, alur, penokohan, sudut pandang, gaya bahasa.

 Contoh di atas menunjukan bahwa kalimat (1) merupakan kalimat dasar, sedangkan kalimat (2) dan (3) berupa kalimat luas.

 Untuk memantapkan kita mengenai kaliat, kita pahami bagaimana ciriciri daei kalimat. Ciri-ciri kalimat yaitu:
1. Dalam bahasa lisan diawali dengan kesenapan dan diakhiri dengan kesenyapan. Dalam bahasa tulis diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan titik, tanda tanya, atau tanda seru.

2. Kalimat aktif sekurang-kurangnya terdiri dari subjek dan predikat.

3. Predikat transitif disertai objek, predikat intransitif dapat disertai pelengkap,

4. Mengandung pikiran yang utuh,

5. Menggunakan urutan yang logis; setiap kata atau kelompok kata yang mendukung fungsi (subjek, predikat, objek, dan keterangan) disusun dalam satuan menurut fungsinya.

6. Mengandung satuan makna, ide, atau pesan yang jelas,

7. Paragraf yang terdiri dari dua kalimat atau lebih, kalimat-kalimat disusun dalam satuan makna pikiran yang saling berhubungan, hubungan dijalin dengan konjungsi, pronomina atau kata ganti, repetisi, atau struktur sejajar.


     Demikian mengenai pengertian dan ciri dari kalimat semoga bermanfaat. Baca juga mengenai kelas kata, frasa dan klausa agar kita bisa memantpkan menyuaun suatu kalimat.

Silahkan masukan e-mail Anda sekarang, untuk mendapatkan update artikel terbaru (Gratis!):

Delivered by FeedBurner

0 Response to "Pengertian dan ciri kalimat"

Post a Comment

Terimakasih sudah bersedia berkunjung. Semoga bermanfaat. Silahkan tulis komentar anda di papan komentar. Komentar anda sangat bermanfaat untuk kemajuan artikel-artikel selanjutnya.