MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY

 Pendidik yang yang cerdas adalah pendidik yang mampu mengarahkan anak didiknya diberbagai aspek kehidupan untuk meraih hasil yang maksimal. Tidak terkecuali hasil belajar peserta didik. Hasil belajar tidak akan maksimal apabila seorang pendidik tidak menguasai konsep pembelajaran dan hanya menggunakan metode yang monoton (guru berceramah dan menjadi pusatnya).      Seorang pendidik, harus mampu menguasai kelas dan mengantarkan materi pembelajaran dengan konsep yang berbeda. Salah satunya ialah merubah metode dan model pembelajaran agar siswa tidak bosan saat proses pembelajaran berlangsung. Berbagai model pembelajaran dapat menjadi alternatif pendidik untuk menciptakan suasana kelas yang berbeda. Suasana kelas yang aktif tidak hanya satu arah, melainkan suasana kelas yang hidup dan berjalan dua arah. Hal ini secara psikologi dapat mengantarkan anak untuk lebih maksimal menyerap apa yang dia pelajari, sehingga berdampak pada hasil belajar yang maksimal yang didapat peserta didik.      Sebagai salah satu upaya dalam memaksimalkan hasil belajar siswa ialah dengan menerapkan model belajar Two Stay Two Stray. Sebuah model pembelajaran yang dapat dijadikan alternatif pendidik mengatasi suasana kelas yang monoton. Model Two Stay Two Stray adalah model pembelajaran yang terdiri empat orang siswa, dimana dua siswanya sebagai tamu di kelompok lain guna mencari atau mendapatkan informasi dari kelompok lain dan dua lainnya tinggal dalam kelompoknya untuk memberikan informasi atau materi sesuai dengan jatah pembagian materinya masing-masing. Model pembelajaran ini jelas sekali memerlukan persiapan yang matang khususnya dalam pembagian kelompok dan pembagian materi. Satu kelompok terdiri dari empat orang siswa. Untuk lebih jelasnya pahamilah ciri-ciri model Two Stay Two Stray berikut:  Ciri-ciri model pembelajaran Two Stay Two Stray 1. Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajarnya. 2. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah. 3. Bila mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin yang berbeda. 4. Penghargaan lebih berorientasi pada kelompok dari pada individu      Ciri-ciri tersebut sudah sangat jelas menggambarkan bagaimana karakteristik dari model pembelajaran ini. Intinya model pembelajaran Two Stay Two Stray merupakan sebuah model yang dilakukan dengan bekerjasama dalam satu kelompok, dan masing-masing kelompok bertanggung jawab memberikan materi kepada pengunjung kelompok tersebut. Setiap model pembelajaran tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan, tak terkecuali Two Stay Two Stray. Apa saja kelebihan dan kekurangannya:    Kelebihan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray 1. Memberikan kesempatan terhadap siswa untuk menentukan  konsep sendiri dengan cara memecahkan masalah Dapat diterapkan pada semua kelas/tingkatan. 2. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menciptakan kreatifitas dalam melakukan komunikasi dengan tema sekelompoknya. 3. Kecenderungan belajar siswa menjadi lebih bermakna. 4. Lebih berorientasi pada keaktifan. 5. Diharapkan siswa akan berani mengungkapkan pendapatnya. 6. Siswa dapat meningkatkan kemapuan berpikir kritis. 7. Menambah kekompakan dan rasa percaya diri siswa. 8. Kemampuan berbicara siswa dapat ditingkatkan. 9. Membantu meningkatkan minat dan prestasi belajar.       Kekurangan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray adalah: 1. Membutuhkan waktu yang lama 2. Siswa yang tidak terbiasa belajar kelompok merasa asing dan sulit untuk bekerjasama sehingga siswa cenderung tidak mau belajar dalam kelompok 3. Bagi guru, membutuhkan banyak persiapan (materi, dana dan tenaga) 4. Guru cenderung kesulitan dalam pengelolaan kelas.        Kelebihan dan kekurangan tersebut dapat dijadikan pertimbangan untuk menggunakan model ini. Namun, setiap kekurangan dapat diminimalisir dengan mempersiapkannya secara matang dan pendidik benar-benar mengetahui konsep dan implementasinya. Implementasi model Two Stay Two Stray di gambarkan dengan langkah-langkah sebagai berikut:  Langkah-langkah Model Pembelajaran Two Stay Two Stray 1. Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok 2. Masing-masing kelompok diberi tugas untuk berdiskusi tentang suatu materi tertentu, guru membantu menjelaskan pada masing-masing kelompok jika ada yang kurang mengerti 3. Setelah dirasa cukup masing-masing kelompok menunjuk salah satu anggotanya untuk diam ditempatnya sedangkan sisanya berjalan-jalan sebagai tamu dalam kelompok lain 4. Tugas tuan rumah adalah menjelaskan hasil diskusinya kepada setiap tamu yang datang sedangkan tugas tamu yang datang adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya materi yang didiskusikan oleh kelompok tersebut 5. Setelah dirasa cukup mendapatkan informasi, anggota kelompok yang jadi tamu bertugas untuk menyebarkan informasi yang diterimanya dari kelompok ke anggota dari kelompoknya sendiri 6. Begitu seterusnya bergantian hingga masing-masing anggota kelompok pernah merasakan peran sebagai tuan rumah maupun tamu 7. Kesimpulan       Demikian mengenai model pembelajaran Two Stay Two Stray yang bisa saya sampaikan. Semoga dapat menjadi solusi dalam meningkatkan hasil belajar siswa di kelas. Tentunya dengan menerapkan dan memahami bagaimana konsep model pembelajaran ini. Semoga membantu dan dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar.Pendidik yang yang cerdas adalah pendidik yang mampu mengarahkan anak didiknya diberbagai aspek kehidupan untuk meraih hasil yang maksimal. Tidak terkecuali hasil belajar peserta didik. Hasil belajar tidak akan maksimal apabila seorang pendidik tidak menguasai konsep pembelajaran dan hanya menggunakan metode yang monoton (guru berceramah dan menjadi pusatnya).

Seorang pendidik, harus mampu menguasai kelas dan mengantarkan materi pembelajaran dengan konsep yang berbeda. Salah satunya ialah merubah metode dan model pembelajaran agar siswa tidak bosan saat proses pembelajaran berlangsung. Berbagai model pembelajaran dapat menjadi alternatif pendidik untuk menciptakan suasana kelas yang berbeda. Suasana kelas yang aktif tidak hanya satu arah, melainkan suasana kelas yang hidup dan berjalan dua arah. Hal ini secara psikologi dapat mengantarkan anak untuk lebih maksimal menyerap apa yang dia pelajari, sehingga berdampak pada hasil belajar yang maksimal yang didapat peserta didik.

Sebagai salah satu upaya dalam memaksimalkan hasil belajar siswa ialah dengan menerapkan model belajar Two Stay Two Stray. Sebuah model pembelajaran yang dapat dijadikan alternatif pendidik mengatasi suasana kelas yang monoton. Model Two Stay Two Stray adalah model pembelajaran yang terdiri empat orang siswa, dimana dua siswanya sebagai tamu di kelompok lain guna mencari atau mendapatkan informasi dari kelompok lain dan dua lainnya tinggal dalam kelompoknya untuk memberikan informasi atau materi sesuai dengan jatah pembagian materinya masing-masing. Model pembelajaran ini jelas sekali memerlukan persiapan yang matang khususnya dalam pembagian kelompok dan pembagian materi. Satu kelompok terdiri dari empat orang siswa. Untuk lebih jelasnya pahamilah ciri-ciri model Two Stay Two Stray berikut:

Ciri-ciri model pembelajaran Two Stay Two Stray

1. Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajarnya.

2. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah.

3. Bila mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin yang berbeda.

4. Penghargaan lebih berorientasi pada kelompok dari pada individu

Ciri-ciri tersebut sudah sangat jelas menggambarkan bagaimana karakteristik dari model pembelajaran ini. Intinya model pembelajaran Two Stay Two Stray merupakan sebuah model yang dilakukan dengan bekerjasama dalam satu kelompok, dan masing-masing kelompok bertanggung jawab memberikan materi kepada pengunjung kelompok tersebut. Setiap model pembelajaran tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan, tak terkecuali Two Stay Two Stray. Apa saja kelebihan dan kekurangannya:

Kelebihan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray

1. Memberikan kesempatan terhadap siswa untuk menentukan konsep sendiri dengan cara memecahkan masalah Dapat diterapkan pada semua kelas/tingkatan.

2. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menciptakan kreatifitas dalam melakukan komunikasi dengan tema sekelompoknya.

3. Kecenderungan belajar siswa menjadi lebih bermakna.

4. Lebih berorientasi pada keaktifan.

5. Diharapkan siswa akan berani mengungkapkan pendapatnya.

6. Siswa dapat meningkatkan kemapuan berpikir kritis.

7. Menambah kekompakan dan rasa percaya diri siswa.

8. Kemampuan berbicara siswa dapat ditingkatkan.

9. Membantu meningkatkan minat dan prestasi belajar.

Kekurangan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray adalah:

1. Membutuhkan waktu yang lama

2. Siswa yang tidak terbiasa belajar kelompok merasa asing dan sulit untuk bekerjasama sehingga siswa cenderung tidak mau belajar dalam kelompok

3. Bagi guru, membutuhkan banyak persiapan (materi, dana dan tenaga)

4. Guru cenderung kesulitan dalam pengelolaan kelas.

Kelebihan dan kekurangan tersebut dapat dijadikan pertimbangan untuk menggunakan model ini. Namun, setiap kekurangan dapat diminimalisir dengan mempersiapkannya secara matang dan pendidik benar-benar mengetahui konsep dan implementasinya. Implementasi model Two Stay Two Stray di gambarkan dengan langkah-langkah sebagai berikut:


Langkah-langkah Model Pembelajaran Two Stay Two Stray

1. Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok

2. Masing-masing kelompok diberi tugas untuk berdiskusi tentang suatu materi tertentu, guru membantu menjelaskan pada masing-masing kelompok jika ada yang kurang mengerti

3. Setelah dirasa cukup masing-masing kelompok menunjuk salah satu anggotanya untuk diam ditempatnya sedangkan sisanya berjalan-jalan sebagai tamu dalam kelompok lain

4. Tugas tuan rumah adalah menjelaskan hasil diskusinya kepada setiap tamu yang datang sedangkan tugas tamu yang datang adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya materi yang didiskusikan oleh kelompok tersebut

5. Setelah dirasa cukup mendapatkan informasi, anggota kelompok yang jadi tamu bertugas untuk menyebarkan informasi yang diterimanya dari kelompok ke anggota dari kelompoknya sendiri

6. Begitu seterusnya bergantian hingga masing-masing anggota kelompok pernah merasakan peran sebagai tuan rumah maupun tamu

7. Kesimpulan

Demikian mengenai model pembelajaran Two Stay Two Stray yang bisa saya sampaikan. Semoga dapat menjadi solusi dalam meningkatkan hasil belajar siswa di kelas. Tentunya dengan menerapkan dan memahami bagaimana konsep model pembelajaran ini. Semoga membantu dan dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar.


Salam Guru Ngapak.

Silahkan masukan e-mail Anda sekarang, untuk mendapatkan update artikel terbaru (Gratis!):

Delivered by FeedBurner

2 Responses to "MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY"

Terimakasih sudah bersedia berkunjung. Semoga bermanfaat. Silahkan tulis komentar anda di papan komentar. Komentar anda sangat bermanfaat untuk kemajuan artikel-artikel selanjutnya.