Jargon- Menulis merupakan sebuah seni tersendiri, seni yang mengandalkan bahasa tulis untuk memberikan informasi, pendapat, argumen atau ide-ide yang ada pada seseorang yang dituangkan dalam sebuah kalimat. Tulisan yang baik merupakan tulisan yang dapat menyalurkan informasi yang bermanfaat dan mudah dipahami oleh pembacanya. Ketika kita menulis hendaknya menyesuaikan dengan tema tertentu dan sesuai dengan target pembacanya, misalkan target pembacanya adalah siswa Sekolah Dasar (SD) maka bahasa tulis yang kita pakai adalah bahasa anak usia Sekolah Dasar, jangan sampai targetnya anak SD dalam membuat sebuah tulisan menggunakan bahasa yang sulit dipahami atau menggunakan istilah-istilah yang belum familiar ditelinga anak SD, hal semacam ini dapat dikatakan bahwa tulisan tersebut tidak sesuai atau tidak cocok untuk anak usia SD. Oleh karena itu, perlu sekali memperhatikan hal-hal seperti yang disebutkan tadi.
Semakin berkembangnya zaman, dunia tulis menulis semakin berkembang, kita dapat dengan mudahnya menemukan suatu tulisan yang kita cari dengan tema tertentu dari media elektronik maupun media cetak. Peran media cetak dan elektronik menyebabkan pertumbuhan kosa kata baru yang mungkin kita belum pernah mendengarnya sebelumnya, atau singkatan-singkatan yang dipakai dalam tema tertentu. Istilah maupun singkatan ini yang kerap membingungkan bagi para pembaca. Nah itulah yang disebut dengan bahasa jargon. mari kita lihat beberapa pengertian bahasa jargon.
1. Wikipedia Bahasa Indonesia mengartikan Jargon adalah istilah khusus yang dipergunakan di bidang kehidupan (lingkungan) tertentu. Jargon biasanya tidak dipahami oleh orang dari bidang kehidupan yang lain. Misalkan "jargon komputer" berarti istilah-istilah yang berhubungan dengan komputer secara khusus dan hanya dipahami oleh orang-orang yang berhubungan dengan bidang komputer.
2. Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan jargon adalah kosakata khusus yang digunakan dalam bidang kehidupan (lingkungan) tertentu.
Jadi, dapat disimpulkan dari kedua definisi tersebut bahwa Jargon adalah istilah khusus yang diciptakan dan dipakai dalam bidang keilmuan, profesi, kegiatan atau kelompok tertentu. Tiap profesi dan bidang keilmuan (kedokteran, ekonomi, geologi dan sebagainya) memiliki jargon sendiri yang hanya dipahami pelaku profesi dan pengkaji ilmu bersangkutan.
Lalu, apa dampaknya pada dunia tulis menulis?, Jelas sekali dampaknya bahwa apabila memakai bahasa jargon dalam dunia tulis menulis yang dibaca oleh orang awam atau bukan bidangnya, tentu akan sangat membingungkan dan membuat sebuah tulisan tidak efektif dalam menyampaikan suatu informasi kepada pembaca. Maka dari itu, menulis hendaknya harus menggunakan bahasa yang sederhana, kesederhanaan dalam penulisan sangat disarankan untuk penulisan di media massa karena media massa memberikan informasi kepada orang banyak.
Bahasa Jargon dipakai pada komunitas atau organisasi serta lingkungan tertentu, yang bertujuan untuk memudahkan komunikasi antar anggota dan merahasiakan komunikasi antar anggotanya supaya apa yang mereka katakan tidak diketahui oleh orang lain (dirahasiakan). Perkembangan media massa turut andil dalam mengenalkan bahasa jargon pada masyarakat umum, banyak istilah-istilah yang bersifat ambigu, abstrak dan kurang spesifik yang sering kita dengar atau kita baca dari media massa. Mereka menulis apa adanya sesuai dengan yang mereka dengar atau mereka rekam, tanpa mengetahui bahwa pembacanya adalah umum dari segala usia dan dari latar belakang yang berbeda. Sebagai contoh dalam liputan mengenai ekonomi, pakar ekonomi mengatakan kata "inflasi", kata ini merupakan bahasa jargon dibidang ekonomi.
Media massa sebagai komunikasi publik hendaknya mengurangi pemakaian jargon-jargon khusus dalam penulisan karena orang-orang terdidik belum tentu juga mengetahui makna bahasa jargon yang digunakan. Namun, pemakaian jargon ini bisa dikurangi dengan menggantinya dengan kosakata sehari-hari, sebagai contoh,
1. Destinasi wisata di Banjarnegara meningkat.
diganti penulisannya
Tempat tujuan wisata di Banjarnegara meningkat.
Kata destinasi merupakan bahasa jargon pariwisata, kata destinasi dapat diganti dengan tempat tujuan agar memudahkan pembaca memahami sebuah kalimat.
2. Korban kecelakaan sudah dievakuasi
diganti penulisannya
Korban kecelakaan sudah dibawa ke Rumah sakit
Masih banyak lagi contoh penggunaan bahasa jargon yang sering kita temui, meskipun demikian pasti ada pro dan kontra pemakaian bahasa jargon, ada yang setuju dengan pemakaian bahasa jargon ini dengan alasan menambah kosa kata dan ada yang tidak setuju dengan pemakaian bahasa jargon dengan alasan sulit untuk memahami istilah tersebut dan harus mencari artinya terlebih dahulu.
Sekian mengenai bahasa Jargon, semoga bermanfaat dan dapart menambah pengetahuan kita.
Salam Guru Ngapak!

Okeh juga nih sepertinya bisa saya pelajari lebih dalam lagi nih kayanya tentang bahasa jargonnya, ahi hi hi.
ReplyDeleteTerimakasih kang Nurul, silahkan kang agar para pembaca mudah mengerti apa yang kita tuliskan..hehe
DeleteJadi kesimpulannya, jargon adalah istilah khusus yang diciptakan dan dipakai dalam bidang keilmuan, profesi, kegiatan atau kelompok tertentu, bisa disebut juga istilah atau arti kata yang hanya bisa dimengerti oleh pelaku profesi dan lingkungan yang bersangkutan..
ReplyDeleteBenar sekali mas Maman, banyak sekali bahasa jargon yang sekarang berksifat umum, karena pengaruh media tentunya, apalagi bahasa polotik yang sering kita dengar lewat berita2, kadang susah saya kurang mengetahuinya juga mas. Hehe
Deletekalau admin gurungapak ini jargonnya adalah artikel pengetahuan dan wawasan. bahkan adminnya jargon bahasa indonesia..
ReplyDeleteahh, bnyak lah jargon adminnya.. sukses terus admin :)
saya jd tau jargon apaan..
Terimakasih mbak Rahayu, Jargon bahasa Indonesia yang merakyat..hehe
DeleteSipp mbak, semoga bermanfaat.