Indonesia memiliki kekayaan karya sastra yang begitu menakjubkan, berkembangnya karya sastra modern turut merubah karya sastra yang hadir di Indonesia menjadi lebih berfariasi. Kesusastraan Indonesia dari pujangga lama hingga pada zaman pujangga baru ini menhasilkan sastrawan-sastrawan ternama yang ikut berkontibusi dan terus mengembangkan karya sastra dari genre sastrawan masing-sasing. Sastrawan yang tak asing dan banyak menyumbangkan karyanya antara lain Amal Hamzah, Mochtar Lubis, Mansur Samin, Putu Wijaya, Agus R, Sarjono, Pramoedya Ananta Tour, Andrea Hirata, Chairil Anwar, Taufiq Ismail, W.S Rendra, Supardi Djoko Damono, Nukila Amal, Mashuri, Sutan Takdir Alisjahbana, dan sastrawan lainnya.
kita tidak akan membahas mengenaibiografi tokoh-tokoh sastra tersebut, namun yang akan kita bahas disini adalah mengenai wadah dari tokoh-tokoh tersebut. Jika banyak air tak ada wadah atau tempatnya maka air tersebut akan luber dan membasahi segala tempat, begitulah sastra jika tidak ada genre dari sastra maka sebuah karya sastra tidak akan jelas kemana arah dan tujuannya. Oleh karena itu, pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai Puisi, Cerpen, Esai, Drama dan Novel. baiklah langsung saja simaklah uraian mengenai karya sastra tersebut.
Puisi
Puisi merupakan sebuah karangan yang berbentuk sajak yang diciptakan oleh seorang penyair. Menurut kamus Oxford puisi adalah karya seni yang diciptakan oleh seorang penyair, penciptaan itu adalah ekspresi pikiran dan perasaan sebagai buah budi daya keindahan yang dimiliki oleh seorang penyajak. Dalam bahasa Inggris puisi disebut dengan Poetry yang mana kata Poetry menurut ensiklopedia sastra Indonesia diambil dari bahasa Yunani poet yang bermakna penyair atau orang yang menciptamelalui imajinasi. Sedangkan menurut William Blake seorang penyair romantik dari Inggris dikatakan bahwa orang yang demikian ini merupakan filsuf, orang suci, nabi, orang yang berpenglihatan tajam, penerima wahyu dari Tuhan dan para dewa, orang yang mampu melihat dengan mata batinnya terhadap suatu objek tertentu, peramal kebajikan, guru masyarakat, dan orang yang mampu membuka rahasia alam dan kebenaran yang tersembunyi.
Puisi tradisional yang mengacu pada aturan-aturan baku kini berkembang dengan adanya puisi modern yang tidak lagi mengacu pada aturan-aturan itu. Aturan yang dimaksud ialah bunyi terikat oleh rima, adanya rima, banyaknya kata, adanya mantra, baris dan bait seperti yang terdapat pada mantra, puisi, syair, gurindam, dalam puisi klasik Indonesia.
Puisi modern tidak lagi mengacu pada aturan tersebut, karena faktor dari perkembangan puisi di dunia juga yang menyebabkannya. Puisi masa kini berkembang dari bentuk-bentuk lirik pada bentuk naratif, seperti prosa, kemudian puisi modern juga ditulis tanpa kata, ada yang hanya mengandalkan bunyi, tipografi unik dan khas (puisi konkret, puisi gambar, bentuk kotak-kotak, dan lainnya.
Puisi merupakan sebuah karangan yang berbentuk sajak yang diciptakan oleh seorang penyair. Menurut kamus Oxford puisi adalah karya seni yang diciptakan oleh seorang penyair, penciptaan itu adalah ekspresi pikiran dan perasaan sebagai buah budi daya keindahan yang dimiliki oleh seorang penyajak. Dalam bahasa Inggris puisi disebut dengan Poetry yang mana kata Poetry menurut ensiklopedia sastra Indonesia diambil dari bahasa Yunani poet yang bermakna penyair atau orang yang menciptamelalui imajinasi. Sedangkan menurut William Blake seorang penyair romantik dari Inggris dikatakan bahwa orang yang demikian ini merupakan filsuf, orang suci, nabi, orang yang berpenglihatan tajam, penerima wahyu dari Tuhan dan para dewa, orang yang mampu melihat dengan mata batinnya terhadap suatu objek tertentu, peramal kebajikan, guru masyarakat, dan orang yang mampu membuka rahasia alam dan kebenaran yang tersembunyi.
Puisi tradisional yang mengacu pada aturan-aturan baku kini berkembang dengan adanya puisi modern yang tidak lagi mengacu pada aturan-aturan itu. Aturan yang dimaksud ialah bunyi terikat oleh rima, adanya rima, banyaknya kata, adanya mantra, baris dan bait seperti yang terdapat pada mantra, puisi, syair, gurindam, dalam puisi klasik Indonesia.
Puisi modern tidak lagi mengacu pada aturan tersebut, karena faktor dari perkembangan puisi di dunia juga yang menyebabkannya. Puisi masa kini berkembang dari bentuk-bentuk lirik pada bentuk naratif, seperti prosa, kemudian puisi modern juga ditulis tanpa kata, ada yang hanya mengandalkan bunyi, tipografi unik dan khas (puisi konkret, puisi gambar, bentuk kotak-kotak, dan lainnya.
Cerpen
Akronim dari pada Cerpen yakni cerita pendek. Cerpen termasuk dalam cerita fiksi atau prosa pendek. Cerpen dalam bahasa Prancis disebut dengan Conte, bahasa Inggris menyebutnya dengan Short Story. Cerpen sendiri menekankan pada penokohannya pada satu orang yang jalan ceritannya ada dalam suatu peristiwa tertentu, dengan latar yang khas yang menimbulkan pengakhirannya terkesan tunggal.
Indonesia memiliki bapak Cerita Pendek yakni M. Kasim dan Suman Hs, beliaulah yang dianggap sebagai Bapak Cerita Pendek Indonesia yang masing-masing menerbitkan satu kumpulan cerpen yaitu Teman Duduk katya M. Kasim dan Kawan Bergelut karya Suman Hs. Perkembangan cerpen di Indonesia menurut ensikloedia saatra Indonesia terbagi menjadi tiga orientasi yakni, 1) Orientasi pada cerita rakyat (M. KAsim dan Suman Hs), 2) Orientasi pada persoalan sosial zaman (Hamka dan Idrus), 3) Orientasi pada ide dan kedalaman ide (Armijn Pane).
Penerbitan Panji Pustaka pada zaman Balai Pustaka menandai bahwa cerpen merupakan sebuah karya sastra yang penting hal ini ditandai dengan mendapatkannya tempat dalam publikasi media massa. Tradisi syembara dan penilaian cerpen-cerpen terbaik dilakukan sejak awal oleh Kisah dan Sastra. Tradisi ini kemudian dilanjutkan oleh Horison dan koran kompas yang menampilkan cerpen-cerpen terbaik.
Akronim dari pada Cerpen yakni cerita pendek. Cerpen termasuk dalam cerita fiksi atau prosa pendek. Cerpen dalam bahasa Prancis disebut dengan Conte, bahasa Inggris menyebutnya dengan Short Story. Cerpen sendiri menekankan pada penokohannya pada satu orang yang jalan ceritannya ada dalam suatu peristiwa tertentu, dengan latar yang khas yang menimbulkan pengakhirannya terkesan tunggal.
Indonesia memiliki bapak Cerita Pendek yakni M. Kasim dan Suman Hs, beliaulah yang dianggap sebagai Bapak Cerita Pendek Indonesia yang masing-masing menerbitkan satu kumpulan cerpen yaitu Teman Duduk katya M. Kasim dan Kawan Bergelut karya Suman Hs. Perkembangan cerpen di Indonesia menurut ensikloedia saatra Indonesia terbagi menjadi tiga orientasi yakni, 1) Orientasi pada cerita rakyat (M. KAsim dan Suman Hs), 2) Orientasi pada persoalan sosial zaman (Hamka dan Idrus), 3) Orientasi pada ide dan kedalaman ide (Armijn Pane).
Penerbitan Panji Pustaka pada zaman Balai Pustaka menandai bahwa cerpen merupakan sebuah karya sastra yang penting hal ini ditandai dengan mendapatkannya tempat dalam publikasi media massa. Tradisi syembara dan penilaian cerpen-cerpen terbaik dilakukan sejak awal oleh Kisah dan Sastra. Tradisi ini kemudian dilanjutkan oleh Horison dan koran kompas yang menampilkan cerpen-cerpen terbaik.
Esai
Esai adalah karangan prosa yang menggunakan bahasa yang memikat perhatian. Pikatanya karena penggunaan beberapa perangkat bahasa yang indah yang menyimpan gagasan-gagasan berkualitas dan ide-ide yang jenius. Bahasa Prancis menyebut Esai dengan essai kemudian Inggris menyebutnya dengan essay. Esai terbagi menjadi dua yakni esai formal dan esai nonformal. Esai formal merupakan suatu karangan yang membahas suatu topik panjang lebar dan mendalam dengan sudut pandang yang objektif. Sedsngkan esai nonformal merupakan esai yang membahas karangan orang lain secara sepintas lalu, tidak mendalam dan lebih bersifat subjektif.
Esai adalah karangan prosa yang menggunakan bahasa yang memikat perhatian. Pikatanya karena penggunaan beberapa perangkat bahasa yang indah yang menyimpan gagasan-gagasan berkualitas dan ide-ide yang jenius. Bahasa Prancis menyebut Esai dengan essai kemudian Inggris menyebutnya dengan essay. Esai terbagi menjadi dua yakni esai formal dan esai nonformal. Esai formal merupakan suatu karangan yang membahas suatu topik panjang lebar dan mendalam dengan sudut pandang yang objektif. Sedsngkan esai nonformal merupakan esai yang membahas karangan orang lain secara sepintas lalu, tidak mendalam dan lebih bersifat subjektif.
Drama
Drama adalah genre sastra yang ditulis dalam bentuk percakapan untuk dipentaskan sebagai seni pertunjukan. Percakapannya bisa berbentuk dialog maupun monolog. Kata drama sendiri berasal dari bahasa Yunani dram yang memiliki arti berbuat, sedangkan dalam bahasa Prancis drama disebut piece de thetre dan bahasa inggris menyebutnya drama. Pengertian drama yakni 1) karya tulis untuk lakon 2) situasi yang memiliki konflik dan diakhiri dengan penyelesaian 3) genre sastra yang berbentuk percakapan atau dialog yang bertujuan untuk dipentaskan di atas panggung.
Sebagai dialog dan monolog, drama menyajikan satu kesatuan yang bulat dan utuh. Sebagai teks sastra, drama meiliki kesatuan alur dan tema yang berujung pada resolusi penyelesaian konflik. Seperti fiksi pada umumnya, drama berjalan didepan plot yang dibangun dengan kekuatan dialog-dialog atau monolog yang menjunjung watak dan kepribadian para tokohnya.
Drama adalah genre sastra yang ditulis dalam bentuk percakapan untuk dipentaskan sebagai seni pertunjukan. Percakapannya bisa berbentuk dialog maupun monolog. Kata drama sendiri berasal dari bahasa Yunani dram yang memiliki arti berbuat, sedangkan dalam bahasa Prancis drama disebut piece de thetre dan bahasa inggris menyebutnya drama. Pengertian drama yakni 1) karya tulis untuk lakon 2) situasi yang memiliki konflik dan diakhiri dengan penyelesaian 3) genre sastra yang berbentuk percakapan atau dialog yang bertujuan untuk dipentaskan di atas panggung.
Sebagai dialog dan monolog, drama menyajikan satu kesatuan yang bulat dan utuh. Sebagai teks sastra, drama meiliki kesatuan alur dan tema yang berujung pada resolusi penyelesaian konflik. Seperti fiksi pada umumnya, drama berjalan didepan plot yang dibangun dengan kekuatan dialog-dialog atau monolog yang menjunjung watak dan kepribadian para tokohnya.
Novel
Novel merupakan sebuah cerita fiktif yang panjang. Novel dalam bahasa Inggris disebut novel, bahasa Prancis menyebutnya Roman, begitu juga dengan Belanda yang menyebutnya dengan roman. Berdasarkan cerita yang panjang, novel memiliki tokoh-tokoh yang banyak lebih dari satu, kadang tokoh utamanya diceritakan sedetailnya dari kelahiran sampai kematian ada juga yang sampai generasi selanjutnya. watak dan karakter tokoh memiliki keunikan sendiri-sendiri sesuai dengan daya cipta pengarangnya. Novel menghadirkan cerita yang sangat meyakinkan dengan dukungan dari unsur-unsur penunjang fiksi ada alur, atmosfer, latar, watak, peristiwa, tem, tokoh, dan lainnya yang dikemas dengan bahasa yang indah dan memikat.
Novel mengisahkan peristiwa penting yang dialami para tokohnya, kejadian-kejadian luar biasa, traumatik yang dikisahkan dengan gaya bahasa yang hidup dan menguras emosi dan perasaan. Pengisahan itu kadang tidak berurutan, kadang dengan alur yang maju mundur, kadang dengan pemindahan latar dan sebagainnya. Dari rangkaian kejadian itu kemudian terciptalah sebuah konflik yang terdapat dalam novel yang melahirkan kenyataan baru yang mungkin merubah tokoh utama menjadi lebih baik atau lebih buruk nasibnya.
Novel merupakan sebuah cerita fiktif yang panjang. Novel dalam bahasa Inggris disebut novel, bahasa Prancis menyebutnya Roman, begitu juga dengan Belanda yang menyebutnya dengan roman. Berdasarkan cerita yang panjang, novel memiliki tokoh-tokoh yang banyak lebih dari satu, kadang tokoh utamanya diceritakan sedetailnya dari kelahiran sampai kematian ada juga yang sampai generasi selanjutnya. watak dan karakter tokoh memiliki keunikan sendiri-sendiri sesuai dengan daya cipta pengarangnya. Novel menghadirkan cerita yang sangat meyakinkan dengan dukungan dari unsur-unsur penunjang fiksi ada alur, atmosfer, latar, watak, peristiwa, tem, tokoh, dan lainnya yang dikemas dengan bahasa yang indah dan memikat.
Novel mengisahkan peristiwa penting yang dialami para tokohnya, kejadian-kejadian luar biasa, traumatik yang dikisahkan dengan gaya bahasa yang hidup dan menguras emosi dan perasaan. Pengisahan itu kadang tidak berurutan, kadang dengan alur yang maju mundur, kadang dengan pemindahan latar dan sebagainnya. Dari rangkaian kejadian itu kemudian terciptalah sebuah konflik yang terdapat dalam novel yang melahirkan kenyataan baru yang mungkin merubah tokoh utama menjadi lebih baik atau lebih buruk nasibnya.
Demikian penjelasan singkat mengenai sastra Indonesia yang berbentuk Puisi, Cerpen, Esai, Drama dan Novel. Semoga perkembangan sastra di Indonesia semakin berkembang dan nantinya melahirkan sastrawan-sastrawan muda yang memiliki ide brilian dalam membuat suatu mahakarya. Semoga bermanfaat.
Salam Guru Ngapak!

Mengingat kan jaman sekolah
ReplyDeleteUntuk nostalgia mengenang masa sekolah mas, biar tidak lupa juga.. :D
DeleteUntuk nostalgia mengenang masa sekolah mas, biar tidak lupa juga.. :D
DeleteBagus gan Artikelnya. Sangat bermanfaat
ReplyDeleteTerimakasih mas, semoga bermanfaat.
DeleteMakasih mas..
Deletemantap gan
ReplyDeleteSipp gan..
DeleteSangat Bermanfaat Terima Kasih Gan
ReplyDeleteTerimakasih mas..semoga mambantu..
DeleteMantap gan artikelnya, nambah wawasan saya.
ReplyDeleteNice Post, artikelnya nambah wawasan saya gan
ReplyDeleteNice Post, artikelnya nambah wawasan saya gan
ReplyDeleteSipp mas..semoga mambantu..
DeleteWah keren mas mas bisa gabungin puisi, cerpen, drama dan sebagainya saya saja belum terlalu lancar mas buat puisinya.
ReplyDeleteDalam membuat puisi biasanya mengikuti suasana hati dan tema tertentu mbak, memang kadang susah jika tidak ada konflik dan suasana yang mendukung, tapi hal tersebut ridak menjadi persolan jika ada keniatan untuk membuat karya berupa puisi. Apapun bisa dijadikan puisi tigal memainkan kata mbak.
DeleteNdpp mas, melatih kepekaan hati.. :D
ReplyDeletewah mantap ni sob, ijin bookmark ya hehe
ReplyDeleteTerimakasih mas, silahkan bookmark, semoga membantu. :D
DeleteGan, kalo puisi sma prosa bedanya dimana ya. .
ReplyDeleteSya dulu bingung.
Intinya aja
Perbedaanya sebenarnya tidak mutlak antara prosa dan puisi hanya pertentanan teoritis, dalam unsur bahasa ada bahasa puisi yang mirip dengan prosa, dan sebaliknya, mudahnya kita dapat mengenalinya sebagai prosa atau puisi hanya dengan melihat konvensi penulisannya, atau bisa juga mudahnya prosa tidak berima dan puisi identik dengan adanya rima mas. Semoga dapat membantu.
Deletelengkap gan buat tugas bahasa indonesia
ReplyDeleteMakasih mas, buat menambah referenai saja.. oke sipp mas.
DeleteSaya juga suka fiksi kok mas, apalagi pernah punya pengalaman di organisasi FLP (Forum Lingkar Pena), Ketua LEMKIS (Lembaga Kajian Ilmiah Islami), dan UKM Sastra pas kuliahnya.
ReplyDeleteSemoga dengan ilmu sastra kita juga bisa menghasilkan sesuatu mas. :)
Wah keren kalau begitu mas Adam, bisa saling tukar informasi mengenai sastra. Saya juga baru belajar dan masih harus belajar mengenai sastra mas..
DeleteAamiin semoga saja dan pastinya tetap semangat untuk berkarya.